Menu

Mode Gelap
Polda Riau Raih IKPA Terbaik, Kapolda: Ini Hasil Kerja Seluruh Personel Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah Operasi Damai Panipahan: Kapolsek Ajak Semua Elemen Gebrak Cooling System, Jaga Kamtibmas Hancurkan Narkoba Bagan Sinembah Zero Gangguan: Kapolsek Pacu Cooling System, Tampung Ide Tokoh Lewat FGD Superhero Lawan Narkoba Bukan Sekadar Razia: Polsek Bagan Sinembah Libatkan Warga Lawan Narkoba, Hasilnya? Apresiasi Membludak! 47 Gram Sabu Disita Bandar Narkoba Ketar-Ketir, Kapolsek Bongkar Jaringan Pengedar

Nasional

Aparat Desa Tutup Mata, Gazebo di Kantor Kepenghuluan Makan Korban

badge-check


					oppo_34 Perbesar

oppo_34

Rohil, Bagan Sinembah – Gazebo yang dibangun dengan anggaran pemerintah yang diduga hanya pemborosan anggaran akhirnya menelan korban, hal ini sesuai informasi dan keterangan yang dihimpun awak media pada Rabu, 28/5/2025 dari beberapa orang warga yang ditemui.

 

Akibat kejadian ini seorang anak bernama Fadilla Humaira berusia (6 th) warga RT 01 RW 03 Dusun manunggal jaya, Kepenghuluan Bagan Manunggal, kecamatan Bagan Sinembah, kabupaten Rokan hilir, saat bermain diatas gazebo terjatuh dan mengalami luka luka dan yang pada awalnya tangan yang diduga patah, namun setelah dibawa kedukun patah akhirnya diketahui persendian tangan lari dari engsel.

 

Orang tua anak saat dikonfirmasi awak media, Peni Yustiawati membenarkan kejadian tersebut pada Kamis, (29/5/2025) dan sangat menyesalkan hal ini sampai terjadi, karena pada saat kejadian terjadi pagar kantor desa tidak dikunci dan dibiarkan terbuka meskipun ada orang yang sedang bertugas pada sore harinya.

 

Konfirmasi dari orang tua Peni Yustiawati menyampaikan rasa kekesalanya akibat kejadian yang dialami anaknya tersebut, mungkin kalau tidak ada kelalaian dari aparat desa hal ini tidak akan terjadi namun tak mungkin dapat dipungkiri lagi.

 

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini, selaku orang tua anak sebenarnya saya merasa kesal atas musibah ini, pasalnya hingga sore hari saat kantor desa kosong dan tidak ada kegiatan apapun didalamnya, gerbang dan pagar kantor masih tetap dibiarkan terbuka,” jelas Peni.

 

Namun dirinya merasa heran sejak kejadian kemarin sore hingga hari ini, PJ penghulu maupun aparat desa belum ada yang berniat  menghubunginya ataupun sekedar mengucapkan kata maaf…inilah etika seorang pejabat desa yang ditunjukkan oleh PJ penghulu maupun aparat desa di Bagan Manunggal yang seolah olah tidak merasa bersalah.

 

Sementara pagar yang berdiri tersebut dibagun dari anggaran pemerintah, kalau tidak difungsikan untuk apa dibangun hal ini menimbulkan dugaan pemborosan anggaran negara, dan sekarang sudah memakan korban, apakah Pj  Penghulu dan aparat desa tidak mengetahui hal ini….?

 

Diduga menjadi faktor utama yang mengakibatkan anaknya terjatuh, awal musibah yang telah dihadapiny, untuk itu dirinya berharap ada sikap empaty dan peduli yang akan ditunjukkan oleh pihak pihak terkait.

 

Mengapa, karena akibat dari kejadian ini Peni Yustiawati harus membawa anaknya berobat jauh jauh ke kota pinang (pengobatan alternatif atau dukun patah) dan mengeluarkan anggaran yang cukup besar.

 

Hal ini tidak terlepas dari anggaran yang harus dikeluarkan, yang mengakibatkan orang tua akan merongoh kantong lebih dalam lagi, akibat biaya pengobatan yang timbul dan harus dibayarkan.

 

Sementara orang tua sianak yang masih tergolong keluarga tidak mampu yang menjadi tulang punggung keluarga untuk menyekolahkan dan menghidupi anak 3 dengan kondisi anak yang masih sekolah, karena sejak lama telah ditinggal suami yang sudah menikah lagi diluar daerah.

 

Sekdes Bagan Manunggal Nova Billyana ketika dikomfirmasi terkait Gazebo yang telah memakan korban, namun aparat desa terkesan tutup mata..? Dikonfirmasi awak media melalui pesan chat di whatsaap pada Kamis, 29/5/2025 hingga berita ini ditayangkan belum mendapat balasan.

 

Demikian juga kepada Datin Penghulu yang diduga diangkat atas dasar kepentingan partai pendukung Murti Wahyuni, ketika dikonfirmasi Terkait Gazebo yang telah memakan korban, PJ Penghulu terkesan bungkam, hingga berita ini ditayangkan awak media belum menerima balasan.

 

Untuk itu Publik berharap, dengan adanya pemberitaan ini Bupati H Bistamam , Wakil Bupati Jhony Charles, Kadis PMD Yandra dan kepala Inspektorat Roy Azlan kiranya lebih Arif dan bijaksana dalam menjalankan tugas. jangan akibat kepentingan pribadi membuat keputusan atau mengambil kebijakan yang salah, karena akan tetap berimbas kepada kepentingan dan kehidupan masyarakat didesa.

Jekson, SH

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Riau Raih IKPA Terbaik, Kapolda: Ini Hasil Kerja Seluruh Personel

29 April 2026 - 13:30 WIB

Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah

28 April 2026 - 15:04 WIB

Operasi Damai Panipahan: Kapolsek Ajak Semua Elemen Gebrak Cooling System, Jaga Kamtibmas Hancurkan Narkoba

28 April 2026 - 14:57 WIB

Bagan Sinembah Zero Gangguan: Kapolsek Pacu Cooling System, Tampung Ide Tokoh Lewat FGD Superhero Lawan Narkoba

28 April 2026 - 14:05 WIB

Bukan Sekadar Razia: Polsek Bagan Sinembah Libatkan Warga Lawan Narkoba, Hasilnya? Apresiasi Membludak!

28 April 2026 - 13:54 WIB

Trending di Hukrim