Menu

Mode Gelap
Kapolsek Gelar Sosialisasi di SMA Yapim Taruna, Ingatkan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja Bupati Asmar Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Iklim Ekstrem Dukung Ketapang, PS. Kasium Polsek Panipahan, Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil FIPSI UNIKS Jalin Kerja Sama Akademik dengan Akademisi Pengkajian Islam Kontemporeri UiTM Perak Malaysia Dukung Program Green Policing Polsek Bagan Sinembah Gelar Sosialisasi Wabup Jhony Charles Kunker di Lapas Kelas 2A Bagan siapi-api Cempedak Rahuk Ujung Tanjung

Kuansing

SUKSES TIDAK HARUS KE KOTA

badge-check


					SUKSES TIDAK HARUS KE KOTA Perbesar

Oleh: Emilia Emharis, S.Sos.,M.Si
OPINI, PRORIAU.COM – Sukses adalah sebuah kata yang selalu ingin dicapai oleh seseorang. Sehingga banyak cara dan usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk meraih kata sukses. Sukses sendiri suatu keberhasilan yang dapat dicapai oleh seseorang dalam perjalanan karir dan mata pencaharian.

Menurut filosofi Yunani kuno, Aristoteles mengungkapkan bahwa sukses sejati melibatkan penerimaan dan pengembangan potensi diri serta menemukan kebahagiaan dalam usaha yang kita lakukan. Dalam konteks ini, sukses tidak hanya tentang mencapai tujuan materi, melainkan juga menikmati proses dalam mencapai tujuan tersebut.

Menurut Dr. Angela Lee Duckworth, seorang psikolog ternama, sukses dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memilih tujuan hidup yang bermakna dan mengupayakan pencapaiannya dengan konsistensi tinggi. Memiliki tekad yang kuat, mengatasi rintangan, dan tetap semangat bahkan dalam situasi sulit adalah kunci untuk meraih sukses.

Dalam pendefinisian kata sukses ini, banyak diantara kita yang salah menafsirkan dan mengimplementasikannya. Sebagian besar orang berpendapat bahwa kata sukses adalah apabila seseorang mempunyai penghasilan yang melebihi dari standar, atau biasanya disebut dengan orang kaya.

Kata orang kaya ini sangat sering disandingkan dengan kata sukses. Sehingga dengan adanya pandangan seperti itu, banyak masyarakat desa yang melakukan migrasi untuk merubah hidup agar lebih baik.

Bagi masyarakat lokal, melakukan migrasi dari desa ke kota merupakan salah satu cara untuk meraih kata sukses, baik itu melalui bidang pendidikan, pekerjaan, gaya hidup dan lain sebagainya. Sehingga banyak masyarakat lokal desa ketika sudah meriah kata sukses tidak bersedia lagi untuk kembali hidup di pedesaan.

Gaya hidup yang branded dengan aktif diberbagai media sosial juga sering diartikan sebagai salah satu kata sukses yang dimiliki oleh seseorang. Padahal kata sukses itu sesungguhnya memiliki makna tidak hanya memperoleh harta kekayaan yang melimpah, melainkan ketika kita dapat memberikan manfaat positif kepada orang lain.

Menurut teori psikologis Abraham Maslow, sukses tidak hanya berarti memenuhi keinginan pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada orang lain dan masyarakat. Ketika usaha dan pencapaian seseorang memberikan manfaat dan memberdayakan orang lain, itulah saat sesungguhnya sukses terjadi.

Semua yang dilakukan oleh masyarakat kita tersebut memang sudah benar dalam penalaran kata sukses dalam diri seseorang.
Namun berbeda dengan Emilia Emharis dalam menerjemahkan arti kata sukses.

Menurut Akademisi bidang kebijakan publik ini, bahwa kata suskes ini apabila seseorang telah mempunyai kemapuan dan kelebihan yang mampu memberikan dampak positif dan dapat menolong orang lain dalam berbagai bidang.

Masih menurut dosen Administrasi Negara Universitas Islam Kuantan Singingi ini, bahwa suksesnya seseorang tidak hanya dapat diukur melalui penghasilan finansial saja, tetapi juga dapat dilihat dari kemampuan sumber daya yang dimiliki yang berdampak baik bagi kemaslahatan umat. Banyak diantara kita yang sudah sukses memilih hidup dan berdomisili di perkotaan agar hidup lebih baik dan terpandang.

Namun menurut putra asli negeri silat ini bahwa mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat diperkotaan dibidang pendidikan, dan diimplementasikan di negeri sendiri jauh lebih dari kata sukses karena kita dapat memberikan kebaikan yang kita miliki untuk membangun negeri dan membangun generasi kuantan singingi yang lebih bermanfaat.

“menjadi orang yang punya banyak penghasilan dan barang mewah itu adalah sukses, dan itu termasuk sukses dibidang finansial, tetapi yang sesungguhnya adalah ketika kita mempunyai kemampuan dan sumberdaya yang kita implementasikan untuk membangun negeri dan generasi itu lebih dari segalanya”, ungkap akademisi yang sering disapa bang haris ini.

Memang dalam fenomena kehidupan saat sekarang ini, hanya sebagian kecil dari kita yang mau dan mampu untuk mengabdikan dirinya untuk membangun negeri, kebanyak dari kita ketika sudah mempunyai kemampuan dan keahlian serta sudah dikatakan sukses, sebagian dari mereka memang memilih hidup dan tinggal diperkotaan dengan jumlah penduduk yang sangat padat.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Kampung Halaman, Anak Rantau Desa Sukaping Gelar Qurban Bersama di Masjid Al Muqarabin

27 Mei 2026 - 13:40 WIB

Peduli Masyarakat, PT SBL Jalur Patah Serahkan Bantuan Qurban untuk Masyarakat Sentajo Raya

27 Mei 2026 - 10:18 WIB

Jaga Harkamtibmas, Polsek Pangean Intensifkan Patroli Rutin di SPBU dan Objek Vital

23 Mei 2026 - 10:46 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Program Pekarangan Bergizi di Desa Pulau Padang

21 Mei 2026 - 11:18 WIB

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Pangean Serahkan Maklumat Forkopimda Riau ke Tokoh Masyarakat dan Adat

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

Trending di Kuansing