Menu

Mode Gelap
Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB

Riau

BPBD dan Damkar Riau Minta Daerah Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

badge-check


					BPBD dan Damkar Riau Minta Daerah Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor (Foto: ILUSTRASI) Perbesar

BPBD dan Damkar Riau Minta Daerah Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor (Foto: ILUSTRASI)

RiauPro.com, Pekanbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau tingkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait tingginya intensitas hujan dalam berapa pekan terakhir.

Begitu juga dengan dengan BPBD kabupaten kota untuk memantau curah hujan yang terjadi kabupaten kota di Riau. Semua daerah pun diimbau agar meningkatkan kewaspadaan akan dampak banjir.

“Kita terus lakukan pemamtauan terkait tingginya intensitas hujan belakangan ini. Koordinasi pun terus kita lakukan baik BMKG maupun BPBD di daerah,” kata Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, Ahad (23/1125).

Selain itu, BPBD Riau juga terus memantau elevasi air di danau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kampar. Terus meningkatnya elevasi air, berujung akan ada ke kebijakan membuka pintu air ke sungai.

“Ya, itu juga kita pantau,” ujar Edy.

Baru-baru ini papar Edy, dirinya telah menghadiri acara gelar pasukan yang digelar di Polda Riau untuk kesiap-siagaan menganstisipasi bencana Hidrometeorologi karena cuaca ekstrem.

BPBD dan Damkar Riau sendiri sudah mendorong kabupaten kota untuk menetapkan status siaga bencana akibat cuaca ekstreme ini. Tidak hanya soal banjir, tetapi juga ancaman tanah longsor.

Terutama di daerah yang geografisnya perbukitan seperti Kampar dan Kuantan Singingi (Kuansing). Penetapan status sebagai bentuk antisipasi termasuk penaggulangan lintas sektoral.

“Kita sudah mendorong kabupaten kota agar segera menetapkan status itu. Sehingga ketika ada bencana, kita semua sudah siap semuanya,” ungkap Edy lagi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

21 April 2026 - 18:38 WIB

Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba

21 April 2026 - 18:17 WIB

Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras

21 April 2026 - 17:59 WIB

Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan

21 April 2026 - 17:22 WIB

Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit

21 April 2026 - 17:05 WIB

Trending di Hukrim