KEPULAUAN MERANTI, RIAU PRO.COM – Beredar isu untuk jadi pemenang tender proyek Disdikbud di Kepulauan Meranti diatur oleh oknum preman. Untuk mencari kebenaran dan fakta yang akurat serta berimbang dari isu tersebut, ini informasi yang berhasil dihimpun awak media.
Benarkah Paket Proyek di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Diatur Oleh Preman..? Kebenaran informasi ini masih diragukan karena sesuai penelusuran awak media belum mendapatkan sumber informasi yang jelas dan akurat.
Dalam memenuhi Cover both side pemberitaan, wartawan media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak yang berwenang yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Fenny, pada Selasa (23/06/2026) di Selatpanjang.
Dalam Keterangan Fenny yang disampaikan kepada awak media, selaku Kepala bidang Sarana dan prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan meranti dengan tegas membantah isu tersebut.
“Tidak benar bahwa paket proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diatur oleh preman, yang ngatur adalah Dinas melalui mekanisme yang jelas. Memang ada beberapa usulan yang masuk dan hal itu boleh-boleh saja,” ungkap Fenny.
Juga di jelaskan oleh Fenny, paket proyek untuk tahun 2026 ini memang ada, namun tidak banyak hanya 20 paket PL dan yang ditenderkan, tidak termasuk pokir juga Proyek yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Umum ( DAU) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Sebab alokasi anggaran tahun 2026 banyak yang diserap untuk pembayaran pekerjaan proyek tahun 2025 lalu (tunda bayar).
” Fenny selaku Kabid Sapras mengaku pening dengan banyaknya permintaan dari para rekanan, sementara paket proyek kuotanya tidak banyak (sedikit),” ungkap mantan Kabid Cipta Karya di PUPR itu sambil menutup keterangan nya.
Laporan M. Khosir AMN







