Menu

Mode Gelap
Salurkan 30 Paket Sembako di TPTM, Kapolres Rohil Santuni Kaum Dhuafa Sahur on The Road Perkuat Harkamtibmas, Kapolres Rohil Turun Langsung Safari Ramadhan 1447 H Antisipasi Balap Liar di Bulan Ramadhan, Polsek Bagan Sinembah Intensifkan Patroli Tanam Jagung Kwartal Pertama 2026, Polsek SImpang Kanan Dukung Ketapang dan Program Asta Cita Presiden RI Wisata Riau: Menyusuri Keindahan Alam Seni Berbuka Puasa: Kenyang Berkah Tanpa Rasa “Begah”

Kuliner

Seni Berbuka Puasa: Kenyang Berkah Tanpa Rasa “Begah”

badge-check


					Seni Berbuka Puasa: Kenyang Berkah Tanpa Rasa Perbesar

Seni Berbuka Puasa: Kenyang Berkah Tanpa Rasa "Begah"

RiauPro.com – Momen azan Magrib adalah waktu yang paling dinanti setelah belasan jam menahan haus dan lapar.

Rasanya, semua makanan di meja ingin “dilahap” sekaligus sebagai bentuk balas dendam.

Namun, tahukah kamu? Cara kita berbuka sangat menentukan energi kita untuk ibadah Tarawih dan kondisi tubuh di keesokan harinya.

Berikut adalah panduan cerdas memilih menu berbuka agar tubuh tetap fit dan tidak mengantuk.

1. Tahap Pembukaan: Rehidrasi dan Glukosa Alami

Saat perut kosong seharian, mesin tubuh kita sedang dalam mode “istirahat”. Memasukkan makanan berat secara tiba-tiba bisa memicu lonjakan gula darah dan kram perut.

  • Air Putih Suhu Ruang: Hindari air es sebagai tegukan pertama. Air suhu ruang lebih mudah diserap tubuh tanpa mengejutkan pembuluh darah di lambung.

  • Keajaiban Kurma: Mengonsumsi 3 butir kurma memberikan asupan serat dan gula alami yang cepat diubah menjadi energi. Ini adalah cara paling efisien untuk mengembalikan stamina tanpa membuat gula darah melonjak drastis.

2. Memilih “Takjil” yang Bijak

Kita sering terjebak pada gorengan dan minuman yang terlalu manis. Padahal, pilihan takjil yang tepat bisa mencegah kita merasa lemas setelah makan.

Jenis Menu Mengapa Bagus? Tips Sehat
Buah Berair Mengganti cairan tubuh (Semangka, Jeruk). Makan buah potong, bukan jus yang ditambah banyak kental manis.
Bubur Tradisional Tekstur lembut mudah dicerna lambung (Bubur Sumsum/Kacang Hijau). Gunakan santan encer atau ganti dengan susu rendah lemak.
Sup Bening Menghangatkan perut dan menambah asupan cairan. Sup ayam atau sayuran adalah pembuka yang sempurna.

3. Menu Utama: Aturan “Piring Sehat”

Setelah jeda salat Magrib, barulah kita masuk ke hidangan utama. Agar tidak “teler” setelah makan, gunakan komposisi berikut:

  • Sayuran (50% Piring): Serat adalah kunci agar kamu tidak mengalami sembelit selama Ramadan. Serat juga memperlambat penyerapan karbohidrat.

  • Protein (25% Piring): Pilih protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau protein nabati seperti tahu dan tempe.

  • Karbohidrat Kompleks (25% Piring): Jika bosan dengan nasi putih, cobalah nasi merah, ubi, atau kentang rebus yang memberikan rasa kenyang lebih lama.

4. Hindari “Jebakan Batman” saat Berbuka

Beberapa kebiasaan yang terlihat enak namun sebenarnya merugikan tubuh:

  1. Terlalu Banyak Gorengan: Lemak jenuh menyebabkan peradangan dan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman saat berpuasa keesokan harinya.

  2. Kafein Berlebih: Kopi atau teh pekat saat berbuka bersifat diuretik, yang justru membuatmu lebih cepat dehidrasi.

  3. Makan Terburu-buru: Kunyahlah makanan dengan perlahan. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal “kenyang”.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Segar dan Sehat: Deretan Minuman Terbaik untuk Menemani Buka Puasa Anda

28 Februari 2026 - 03:37 WIB

Trending di Kuliner