Menu

Mode Gelap
Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB

Hukrim

Masyarakat Temukan Aktivitas PETI Menggunakan Bok dan Alat Berat di Petapahan, Kapolda Riau Diminta Turun ke Kuansing

badge-check


					Masyarakat Temukan Aktivitas PETI Menggunakan Bok dan Alat Berat di Petapahan, Kapolda Riau Diminta Turun ke Kuansing Perbesar

Masyarakat Temukan Aktivitas PETI Menggunakan Bok dan Alat Berat di Petapahan, Kapolda Riau Diminta Turun ke Kuansing

KUANSING, PRORIAU.COM – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian hari kian marak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kali ini, masyarakat menemukan kegiatan ilegal tersebut terjadi di kawasan Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, dengan menggunakan bok (mesin dompeng) dan alat berat jenis excavator, Kamis (19/06/2025).

Temuan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat atas kerusakan lingkungan yang semakin parah serta potensi konflik sosial akibat pembiaran aktivitas ilegal tersebut. Salah seorang warga Petapahan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa suara mesin dan lalu-lalang kendaraan pengangkut hasil tambang telah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Sudah bukan rahasia umum lagi, bok dan alat berat bekerja terang-terangan. Sungai kami rusak, hutan digunduli, tapi aparat belum juga bertindak,”ungkapnya dengan nada kecewa.

Masyarakat menilai, aparat penegak hukum di tingkat kabupaten terkesan lemah atau bahkan membiarkan aktivitas ilegal ini berlangsung. Untuk itu, masyarakat mendesak Kapolda Riau agar segera turun langsung ke lokasi guna menindak tegas pelaku PETI dan oknum yang membekingi.

“Kami minta Kapolda Riau jangan tutup mata. Turunlah ke Kuansing, lihat sendiri kerusakan alam kami akibat PETI ini. Kalau dibiarkan, generasi mendatang tinggal mewarisi lumpur dan konflik,”pintanya dengan penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres Kuansing terkait desakan masyarakat tersebut. Sementara itu, sejumlah aktivis juga mulai menyorot keprihatinan terkait aktivitas PETI yang ada di Petapahan serta akan melaporkan kasus ini ke Polda Riau dan Dinas Lingkungan Hidup jika tidak di tangani dengan serius.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

21 April 2026 - 18:38 WIB

Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba

21 April 2026 - 18:17 WIB

Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras

21 April 2026 - 17:59 WIB

Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan

21 April 2026 - 17:22 WIB

Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit

21 April 2026 - 17:05 WIB

Trending di Hukrim