Menu

Mode Gelap
Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB Rapat Spektakuler di Bagan Manunggal: Ternak Liar Bisa Bikin Pemiliknya Bui 6 Bulan Gelar FGD dan Cooling System di Bahtera Makmur Kota, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Harkonas 2026 Konsumen NKRI Desak Reformasi Perlindungan Konsumen, YLKI : Negara Tak Boleh Absen Aksi Heroik Polri di Panipahan, Goro Perbaiki Jalan dan Bersihkan Masjid Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif, Polsek Panipahan Laksanakan Giat Cooling Sistem

Nasional

GSRP Gelar Kampanye Akbar Selamatkan TNTN, Habitat Gajah dan Harimau Terancam

badge-check


					GSRP Gelar Kampanye Akbar Selamatkan TNTN, Habitat Gajah dan Harimau Terancam Perbesar

PEKANBARU, RiauPro.com ll 27 Juni 2025- Gerakan Solidaritas Riau Peduli Taman Nasional Tesso Nilo (GSRP-TNTN) akan menggelar kampanye akbar penyelamatan lingkungan hutan di depan Kantor Gubernur Riau.

 

Aksi ini akan menjadi momen penting bagi masyarakat di Riau, dalam menyuarakan aspirasi penyelamatan ekosistem TNTN, tempat bagi Harimau Sumatra dan Gajah, yang akan digelar pada Senin, (30/6/2025) BEsok.

 

Mengusung thema dua tagar utama # SaveGajah dan #SaveHarimau Sumatra, massa akan menyampaikan 10 Butir Manifesto Penyelamatan TNTN, dan menekankan bahwa kawasan seluas 81.793 hektare tersebut telah dirusak lebih dari 75% dan dialihfungsikan menjadi kebun sawit oleh segelintir oknum.

 

Adapun 10 Butir Manifesto GSRP-TNTN:

1. Dukungan penuh kepada Negara dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di bawah mandat Presiden Prabowo Subianto, agar TNTN dipulihkan sebagai kehormatan ekologis bangsa.

 

2. Penegasan bahwa hanya tersisa sekitar 6.720 ha hutan primer dari total kawasan. Kerusakan parah ini mengancam keberlangsungan hayati.

 

3. TNTN adalah habitat penting Harimau Sumatra dan Gajah. Fragmentasi kawasan membuat mereka menuju kepunahan.

 

4. Tuntutan agar seluruh aktivitas ilegal ditindak tegas sesuai UU No. 18/2013 dan UU No. 32/2009.

 

5. Relokasi penduduk bukan tindakan kejam, tapi solusi ekologi demi pemulihan fungsi kawasan Hutan.

 

6. Rehabilitasi kawasan dengan spesies asli seperti Meranti dan Jelutung, serta program restorasi berbasis masyarakat.

 

7. Penolakan keras terhadap narasi sawit = hutan. Sawit bukan sistem kehidupan!

 

8. Biodiversitas TNTN adalah DNA Nusantara: menjaga keanekaragaman hayati berarti menjaga masa depan.

 

9. Kampanye ini adalah panggilan moral, spiritual, dan konstitusional. Menyelamatkan TNTN adalah kehormatan bangsa.

 

10. Tahun 2025 harus menjadi titik balik restorasi hutan nasional. Kami ingin tindakan, bukan slogan! Hal ini Sesuai Pernyataan yang telah diterima dan disampaikan Para Koordinator Lapangan kepada awak media.

 

Cep Permana Galih (Koordinator Lapangan 1):

“Kami hadir bukan hanya sebagai aktivis, tapi sebagai penjaga nurani bangsa. TNTN bukan ladang bisnis, tapi simbol ekologi nasional yang harus diselamatkan,” ungkapnya

 

Cornelius Laia (Koordinator Lapangan 2):

“Kalau negara diam, kami yang bersuara. Kalau aparat ragu, kami yang bergerak. TNTN tidak boleh hilang hanya karena pembiaran.”

 

Johan Samuel Manurung (Koordinator Lapangan 3):

“Setiap suara hari ini adalah bentuk perlawanan terhadap kehancuran. Kami tidak gentar menghadapi kekuatan ekonomi yang merusak.”

 

Rizky Ahmad Fauzi (Koordinator Lapangan 4):

“Kami generasi muda tidak ingin warisan kami adalah hutan mati dan harimau yang tinggal di museum. TNTN harus hidup, bukan dilupakan!”

 

Aksi kampanye ini rencananya akan diikuti oleh ribuan massa dari elemen mahasiswa, pegiat lingkungan, dan tokoh masyarakat bahkan berbagai organisasi kepemudaan dan masyarakat.

 

Mereka membawa spanduk, selebaran, hingga orasi berantai sebagai bentuk komitmen bahwa gerakan penyelamatan TNTN bukan sekadar momen, tapi gerakan panjang menuju keadilan ekologis.

 

Sugianto.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB

21 April 2026 - 13:23 WIB

Rapat Spektakuler di Bagan Manunggal: Ternak Liar Bisa Bikin Pemiliknya Bui 6 Bulan

20 April 2026 - 17:12 WIB

Gelar FGD dan Cooling System di Bahtera Makmur Kota, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

20 April 2026 - 16:07 WIB

Harkonas 2026 Konsumen NKRI Desak Reformasi Perlindungan Konsumen, YLKI : Negara Tak Boleh Absen

20 April 2026 - 15:45 WIB

Aksi Heroik Polri di Panipahan, Goro Perbaiki Jalan dan Bersihkan Masjid

20 April 2026 - 15:23 WIB

Trending di Hukrim