KUANSING, PRORIAU.COM – Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, berlangsung meriah pada 20–24 Agustus 2025. Tidak hanya masyarakat setempat dan wisatawan yang ikut berpartisipasi, sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abdurab yang sedang bertugas di Desa Beringin Taluk juga turut merasakan langsung atmosfer kebersamaan pada ajang budaya terbesar di Riau tersebut. Hal tersebut di sampaikan kepada awak media, Kamis (11/09/2025).
Bergabung dengan Selendang Putih Rano Biso Mahasiswa KKN Universitas Abdurab mendapat kesempatan istimewa untuk bergabung dengan keluarga besar jalur Selendang Putih Rano Biso, salah satu kebanggaan Desa Beringin Taluk. Jalur ini tampil penuh semangat dan bahkan mampu bertahan hingga hari ke-4 perlombaan, sebelum akhirnya harus mengakhiri perjuangan.
Keikutsertaan mahasiswa KKN bukan hanya sebagai penonton, melainkan benar-benar menjadi bagian dari tim, ikut mendukung persiapan, memberi semangat di lapangan, hingga merasakan kebersamaan yang erat antara masyarakat, pemuda, dan para pendayung. Dukungan Sponsor Zafeer Tahun ini, jalur Selendang Putih Rano Biso mendapat dukungan penuh dari Zafeer sebagai sponsor utama.
Kehadiran sponsor tidak hanya memperkuat kesiapan tim, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara dunia usaha dengan budaya lokal. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan pihak swasta terhadap pelestarian tradisi Pacu Jalur yang sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional.
Kehadiran Wapres dan Ribuan Penonton Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang melepas hilir pertama hingga ketiga pada hari pembukaan, 20 Agustus 2025. Acara juga dihadiri oleh sejumlah menteri, pejabat daerah, serta duta besar negara sahabat. Dalam sambutannya, Wapres menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi pariwisata daerah.
“Pacu Jalur bukan hanya tentang olahraga tradisional, tetapi juga wajah budaya dan ekonomi kreatif masyarakat Riau yang harus terus dijaga,” ujar Wapres.
Festival tahun ini mencatat angka fantastis: sedikitnya 1,6 juta pengunjung hadir menyaksikan langsung jalannya perlombaan, sekaligus menikmati berbagai pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, dan atraksi pariwisata lainnya.
Kebanggaan Mahasiswa KKN Bagi mahasiswa KKN Universitas Abdurab, pengalaman ini menjadi bagian berharga dari pengabdian mereka di Desa Beringin Taluk. Selain belajar tentang budaya lokal, mereka juga mendapat kesempatan untuk menyatu dengan masyarakat dalam kegiatan yang penuh kebersamaan.
“Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam keluarga Selendang Putih Rano Biso. Apalagi jalur ini mampu bertahan hingga hari ke-4, itu menjadi kebanggaan tersendiri. Pengalaman ini mengajarkan kami arti gotong royong, solidaritas, dan semangat melestarikan budaya,” ungkap
salah satu mahasiswa KKN Universitas Abdurab. Penutup Keikutsertaan mahasiswa KKN Universitas Abdurab dalam Festival Pacu Jalur 2025 bukan hanya sekadar pengabdian, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia kampus dengan masyarakat.
Dukungan sponsor Zafeer, semangat tim Selendang Putih Rano Biso, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Pacu Jalur tetap menjadi ikon budaya Riau yang tidak hanya mengakar kuat di hati masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian nasional dan internasional.(***)







