Menu

Mode Gelap
Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Polsek Pujud Patroli Pekat, Pengecekan Lokasi Rawan dan Peredaran Narkotika di Pondok Kresek Resmi Dilantik, Pengurus GAMKI Inhu Masa Bakti 2026 – 2029 Mulai Berlayar Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Lahan Pekarangan Bergizi Tanaman Cabai di Logas Hilir Gerebek Bandar Narkoba Kapolsek Turun Langsung, 54,3 gram Sabu dan 18 Butir Ekstasi Diamankan Fakta Persidangan BPR Indra Arta: Nama Mantan Anggota DPRD Mencuat, Hakim Bongkar Dugaan Kredit Bermasalah

Wisata

Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi

badge-check


					Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi Perbesar

Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi

RiauPro.com, Kuansing – Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merayakan tradisi Pacu Jalur setiap tahun dengan penuh semangat. Tradisi turun-temurun ini selalu berhasil menarik perhatian ratusan ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah daerah menyelenggarakan festival ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.

Festival ini bukan sekadar perlombaan dayung biasa, melainkan sebuah pesta rakyat yang merepresentasikan identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing. Sungai Kuantan yang membelah kota Teluk Kuantan menjadi arena utama tempat para pendayung menunjukkan kekuatan dan kekompakan mereka.

Penduduk desa memulai persiapan Pacu Jalur berbulan-bulan sebelum acara puncak berlangsung. Mereka mencari pohon kayu raksasa di dalam hutan lebat untuk membuat ‘jalur’ atau perahu panjang. Para pemuka adat memimpin ritual khusus sebelum masyarakat menebang pohon tersebut.

Setelah itu, puluhan warga desa menarik batang pohon itu secara bergotong-royong keluar dari hutan menuju kampung. Para tukang kayu yang ahli kemudian mengukir dan membentuk batang pohon tersebut menjadi sebuah perahu ramping yang mampu menampung 50 hingga 60 orang pendayung. Proses pembuatan perahu ini benar-benar menguji solidaritas dan kerja sama antarwarga desa.

Saat hari perlombaan tiba, ribuan orang memadati tepi Sungai Kuantan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. Para pendayung mengenakan seragam berwarna-warni yang mencolok dan bersiap di garis awal. Seorang pemberi aba-aba berdiri di bagian depan perahu, sementara seorang juru mudi mengendalikan arah di bagian belakang.

Ketika meriam berbunyi, para pendayung mengayuh dayung mereka sekuat tenaga membelah arus sungai. Sorak-sorai penonton menggema mengiringi setiap perahu yang melaju kencang menuju garis akhir.

Acara Pacu Jalur ini juga memberikan dampak positif yang sangat besar bagi perekonomian lokal. Para pedagang kecil menggelar barang dagangan mereka di sepanjang jalan menuju lokasi acara. Mereka menjual berbagai macam makanan, minuman, hingga suvenir khas Kuansing.

Pemilik penginapan dan hotel juga merasakan lonjakan pesanan dari para wisatawan yang datang berkunjung. Roda perekonomian berputar sangat cepat selama festival ini berlangsung, memberikan rezeki tambahan bagi masyarakat setempat.

Melalui tradisi Pacu Jalur, masyarakat Kuansing mengajarkan nilai-nilai luhur tentang kerja keras, gotong royong, dan persaudaraan. Generasi tua terus mewariskan semangat ini kepada generasi muda agar tradisi budaya ini tidak punah tergerus zaman.

Pemerintah juga terus mendukung pelestarian budaya ini dengan mempromosikan Pacu Jalur sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Pacu Jalur akan selalu berdetak di jantung masyarakat Kuansing sebagai warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Harkamtibmas, Polsek Pangean Intensifkan Patroli Rutin di SPBU dan Objek Vital

23 Mei 2026 - 10:46 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Program Pekarangan Bergizi di Desa Pulau Padang

21 Mei 2026 - 11:18 WIB

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Pangean Serahkan Maklumat Forkopimda Riau ke Tokoh Masyarakat dan Adat

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

PT Pancaran Cahaya Sedjati Salurkan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Desa Logas, Logas Hilir, dan Muara Lembu

20 Mei 2026 - 23:17 WIB

Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai

20 Mei 2026 - 17:56 WIB

Trending di Kuansing