Menu

Mode Gelap
Muscab V PPP Kuansing, 12 PAC Sepakat Minta Sardiyono Kembali Pimpin Partai Tak Berkutik! Pengedar Sabu Diciduk Polisi, 11 Paket dan Uang Tunai Jadi Barang Bukti Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Kasat Polairud dan Kasat Intelkam Intensifkan Patroli Perairan Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Nasional

Ketika Karier di Dipertaruhkan, Pilihan Jalur Menjadi Sebuah Konsekwensi

badge-check


					Ketika Karier di Dipertaruhkan, Pilihan Jalur Menjadi Sebuah Konsekwensi Perbesar

Rohil, RiauPro.com – Memilih jalur struktural atau fungsional adalah sebuah pilihan bagi seorang ASN dan tentunya memiliki sebuah konsekwuensi yang harus dihadapi. Dua hal yang menarik dan selalu menjadi trending topik perbincangan untuk diikuti.

 

Bagi seorang ASN dihadapkan pada dua pilihan adalah sebuah tantangan berat antara jalur struktural atau Fungsional.

(ibarat pepatah bilang seperti makan buah simalakama).

 

Jalur Struktural dengan segala prestasi dan tanggung jawab atas jabatan atau jalur fungsional yang menawarkan keseimbangan kehidupan serta kerja yang lebih baik dengan tunjangan yang didapat kompetitif.

 

Namun, memilih jalur karier juga bukanlah keputusan yang sederhana. Dari perspektif ekonomi setiap pilihan mengandung konsekwensi, baik biaya atau peluang yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan secara matang.

 

Pada era reformasi birokrasi seperti sekarang ini pilihan karier bagi ASN bukan lagi seperti memilih warna antara Hitam atau Putih. Jika dulu hampir semua berlomba menduduki jabatan struktural, kini jalur fungsional juga menawarkan alternatif yang semakin menarik dan menjanjikan.

 

Ketika seorang ASN memilih jalur struktural, yang pasti ia akan mengorbankan banyak kesempatan untuk menjadi seorang spesialis dalam bidangnya, yang mendalami bidang-bidang tertentu.

 

Sebaliknya, jika ia memilih jalur fungsional berarti secara langsung melepaskan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin disebuah instansi dan pembuat kebijakan strategis.

 

Konsep ini mengingatkan kita bahwa tidak ada pilihan tanpa konsekwuensi, dan juga mengajarkan pemahaman mendalam terhadap keuntungan atau kerugian. Ini menjadi kunci utama pengambilan sebuah keputusan yang sangat rasional.

 

Penomena ini mencerminkan sebuah perubahan paradigma, di mana karier sukses tidak lagi diukur semata mata dari tinggi rendahnya jabatan struktural, tetapi juga dari kedalaman keahlian dan kontribusi substantif yang akan diberikan. (Opini Publik)

 

Penulis: Jekson, SH

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muscab V PPP Kuansing, 12 PAC Sepakat Minta Sardiyono Kembali Pimpin Partai

19 April 2026 - 01:23 WIB

Tak Berkutik! Pengedar Sabu Diciduk Polisi, 11 Paket dan Uang Tunai Jadi Barang Bukti

19 April 2026 - 01:12 WIB

Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Kasat Polairud dan Kasat Intelkam Intensifkan Patroli Perairan

19 April 2026 - 00:45 WIB

Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan

18 April 2026 - 18:33 WIB

Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

18 April 2026 - 14:30 WIB

Trending di Nasional