Menu

Mode Gelap
Muscab V PPP Kuansing, 12 PAC Sepakat Minta Sardiyono Kembali Pimpin Partai Tak Berkutik! Pengedar Sabu Diciduk Polisi, 11 Paket dan Uang Tunai Jadi Barang Bukti Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Kasat Polairud dan Kasat Intelkam Intensifkan Patroli Perairan Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Pendidikan

Ekonomi, Politik, Dan Media Massa

badge-check


					Ekonomi, Politik, Dan Media Massa Perbesar

Oleh : Asbul Mizan (Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau)

OPINI, RIAUPRO.COM – Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, di balik fungsi ideal tersebut, media tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan politik. Dalam perspektif ekonomi politik, media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga institusi yang berada dalam pusaran kekuasaan dan modal.

Kepemilikan media menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pemberitaan. Ketika media dimiliki oleh kelompok pengusaha atau elite politik tertentu, isi berita cenderung mengikuti kepentingan pemilik modal. Pemberitaan tidak lagi sepenuhnya netral, melainkan dikemas sedemikian rupa agar sejalan dengan agenda ekonomi dan politik tertentu. Hal ini terlihat dari bagaimana isu-isu sensitif sering kali diberitakan secara selektif, bahkan diabaikan.

Selain faktor kepemilikan, ketergantungan media terhadap iklan juga memengaruhi independensi redaksi. Perusahaan besar sebagai pemasang iklan memiliki posisi tawar yang kuat terhadap media. Akibatnya, media kerap enggan mengkritik kebijakan atau praktik bisnis yang merugikan publik jika berpotensi mengganggu hubungan ekonomi tersebut. Dalam kondisi ini, kepentingan pasar sering kali lebih dominan dibandingkan kepentingan masyarakat.

Dari sisi politik, media sering dimanfaatkan sebagai alat legitimasi kekuasaan. Pada momen-momen politik tertentu, seperti pemilu atau pembahasan kebijakan strategis, media dapat menjadi sarana untuk membangun citra positif aktor politik tertentu, sekaligus melemahkan lawan politiknya. Praktik ini menunjukkan bahwa media tidak sepenuhnya berada di ruang publik yang bebas, melainkan terikat pada relasi kekuasaan.

Dalam konteks demokrasi, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan serius. Media seharusnya berfungsi sebagai pengawas kekuasaan (watchdog), bukan justru menjadi perpanjangan tangan kepentingan ekonomi dan politik. Ketika media kehilangan independensinya, masyarakat berisiko menerima informasi yang bias dan tidak utuh.

Oleh karena itu, penting bagi publik untuk memiliki literasi media yang baik. Masyarakat perlu bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima dan menyadari bahwa berita yang disajikan media tidak selalu bebas dari kepentingan tertentu. Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan regulasi media yang adil dan transparan agar kebebasan pers tetap terjaga tanpa mengorbankan kepentingan publik.

Pada akhirnya, ekonomi politik media menunjukkan bahwa media bukan entitas yang netral sepenuhnya. Tantangan ke depan adalah bagaimana media dapat tetap menjalankan fungsi sosialnya secara profesional, meskipun berada di tengah tekanan ekonomi dan kepentingan politik yang terus menguat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ini Kata Sekda Sudandri: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan Dunia Pendidikan, Hadiri Wisuda STKIP Meranti

14 April 2026 - 20:03 WIB

Pastikan Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan, Disdik Riau Atasi Gedung SMAN yang Terbakar

6 April 2026 - 16:01 WIB

Yayasan Marwah Madani Riau Ngaji Jurnal, Berikan Literasi Security OJS dan Peningkatan Substansi Artikel

5 Maret 2026 - 15:01 WIB

Silaturahmi di Kantor Kesbangpol, Wasekjen HIMMAH Pusat Akan Perkuat Sinergi Kawal Ideologi Negara di Rohil

25 Februari 2026 - 09:14 WIB

Membangun Motivasi Siswa: Mahasiswa PLP UMRI Berbagi Inspirasi Perkuliahan di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru

23 Februari 2026 - 10:16 WIB

Trending di Pendidikan