Menu

Mode Gelap
FIPSI UNIKS Jalin Kerja Sama Akademik dengan Akademisi Pengkajian Islam Kontemporeri UiTM Perak Malaysia Dukung Program Green Policing Polsek Bagan Sinembah Gelar Sosialisasi Wabup Jhony Charles Kunker di Lapas Kelas 2A Bagan siapi-api Cempedak Rahuk Ujung Tanjung Cek Pertumbuhan Jagung Pipil, Polsek Bagan Sinembah Dukung Ketapang Nasional Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas, Pemkab Rohil Tinjau Lahan Sengketa PT Torganda Amankan Seorang IRT 61 Butir Pil Ekstasi Jadi Barang Bukti, Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkoba

Pendidikan

Ekonomi, Politik, Dan Media Massa

badge-check


					Ekonomi, Politik, Dan Media Massa Perbesar

Oleh : Asbul Mizan (Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau)

OPINI, RIAUPRO.COM – Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, di balik fungsi ideal tersebut, media tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan politik. Dalam perspektif ekonomi politik, media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga institusi yang berada dalam pusaran kekuasaan dan modal.

Kepemilikan media menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pemberitaan. Ketika media dimiliki oleh kelompok pengusaha atau elite politik tertentu, isi berita cenderung mengikuti kepentingan pemilik modal. Pemberitaan tidak lagi sepenuhnya netral, melainkan dikemas sedemikian rupa agar sejalan dengan agenda ekonomi dan politik tertentu. Hal ini terlihat dari bagaimana isu-isu sensitif sering kali diberitakan secara selektif, bahkan diabaikan.

Selain faktor kepemilikan, ketergantungan media terhadap iklan juga memengaruhi independensi redaksi. Perusahaan besar sebagai pemasang iklan memiliki posisi tawar yang kuat terhadap media. Akibatnya, media kerap enggan mengkritik kebijakan atau praktik bisnis yang merugikan publik jika berpotensi mengganggu hubungan ekonomi tersebut. Dalam kondisi ini, kepentingan pasar sering kali lebih dominan dibandingkan kepentingan masyarakat.

Dari sisi politik, media sering dimanfaatkan sebagai alat legitimasi kekuasaan. Pada momen-momen politik tertentu, seperti pemilu atau pembahasan kebijakan strategis, media dapat menjadi sarana untuk membangun citra positif aktor politik tertentu, sekaligus melemahkan lawan politiknya. Praktik ini menunjukkan bahwa media tidak sepenuhnya berada di ruang publik yang bebas, melainkan terikat pada relasi kekuasaan.

Dalam konteks demokrasi, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan serius. Media seharusnya berfungsi sebagai pengawas kekuasaan (watchdog), bukan justru menjadi perpanjangan tangan kepentingan ekonomi dan politik. Ketika media kehilangan independensinya, masyarakat berisiko menerima informasi yang bias dan tidak utuh.

Oleh karena itu, penting bagi publik untuk memiliki literasi media yang baik. Masyarakat perlu bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima dan menyadari bahwa berita yang disajikan media tidak selalu bebas dari kepentingan tertentu. Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan regulasi media yang adil dan transparan agar kebebasan pers tetap terjaga tanpa mengorbankan kepentingan publik.

Pada akhirnya, ekonomi politik media menunjukkan bahwa media bukan entitas yang netral sepenuhnya. Tantangan ke depan adalah bagaimana media dapat tetap menjalankan fungsi sosialnya secara profesional, meskipun berada di tengah tekanan ekonomi dan kepentingan politik yang terus menguat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIPSI UNIKS Jalin Kerja Sama Akademik dengan Akademisi Pengkajian Islam Kontemporeri UiTM Perak Malaysia

5 Juni 2026 - 00:53 WIB

Program Magister Administrasi Pendidikan UNRI Buka Pendaftaran, Akreditasi “Baik Sekali” Jadi Daya Tarik

29 Mei 2026 - 11:37 WIB

Kunjungan Persiapan KKN FISIP Berdampak UNRI 2026 di Tangkerang Utara, M. Rheby Ramadhan Putra Tegaskan Komitmen Pengabdian Mahasiswa

21 Mei 2026 - 23:35 WIB

Kuliah Umum REDD+ di Pascasarjana UNRI, Bahas Masa Depan Hijau Riau Lewat GREEN for Riau

21 Mei 2026 - 17:09 WIB

M. Rheby Ramadhan Putra Resmi Dilantik Sebagai Kabag Olahraga Kabinet Gemilang BEM FISIP UNRI

13 Mei 2026 - 19:25 WIB

Trending di Pendidikan