Menu

Mode Gelap
FIPSI UNIKS Jalin Kerja Sama Akademik dengan Akademisi Pengkajian Islam Kontemporeri UiTM Perak Malaysia Dukung Program Green Policing Polsek Bagan Sinembah Gelar Sosialisasi Wabup Jhony Charles Kunker di Lapas Kelas 2A Bagan siapi-api Cempedak Rahuk Ujung Tanjung Cek Pertumbuhan Jagung Pipil, Polsek Bagan Sinembah Dukung Ketapang Nasional Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas, Pemkab Rohil Tinjau Lahan Sengketa PT Torganda Amankan Seorang IRT 61 Butir Pil Ekstasi Jadi Barang Bukti, Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkoba

Kuansing

Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat

badge-check


					Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM – Di tepian jalan yang membelah hijau dedaunan dan sunyi perkampungan, sebuah spanduk berdiri tegak, seakan menjadi suara yang tak terucap namun terasa. Spanduk ucapan Selamat Idulfitri dari DPC PAN Kuantan Singingi itu hadir bukan sekadar sebagai penanda hari raya, melainkan sebagai simbol sapaan politik yang lembut namun sarat makna.

Di wilayah Dapil II Kuansing, kehadiran spanduk tersebut seperti angin yang menyusup di sela-sela kehidupan masyarakat desa tenang, namun menyentuh. Dengan latar warna yang teduh dan wajah para tokoh yang terpampang, pesan “Bantu Rakyat” seolah bukan sekadar slogan, melainkan janji yang dititipkan di momen suci Idulfitri.

Nama Zulkifli Hasan dan Desta Harianto yang menghiasi spanduk itu menjadi representasi dari harapan yang digantungkan masyarakat bahwa politik tidak selalu hadir dalam hiruk-pikuk kekuasaan, tetapi juga dalam kesederhanaan sapaan di sudut desa.

Spanduk ini seolah berbicara kepada setiap mata yang memandang: bahwa politik yang sejati adalah yang mampu hadir tanpa mengganggu, menyapa tanpa memaksa, dan merangkul tanpa membedakan. Di tengah suasana Lebaran yang penuh maaf dan kebersamaan, pesan ini menjadi semakin relevan mengajak semua pihak untuk kembali pada esensi pengabdian.

Di Dapil II Kuansing, spanduk itu bukan hanya kain bergambar, melainkan narasi diam tentang bagaimana kekuasaan seharusnya berjalan: mendekat, menyentuh, dan berpihak pada rakyat hingga ke pelosok yang kerap terlupakan.

Sebab di sanalah, di antara jalan kecil dan pepohonan rindang, politik menemukan maknanya yang paling jujur.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Kampung Halaman, Anak Rantau Desa Sukaping Gelar Qurban Bersama di Masjid Al Muqarabin

27 Mei 2026 - 13:40 WIB

Peduli Masyarakat, PT SBL Jalur Patah Serahkan Bantuan Qurban untuk Masyarakat Sentajo Raya

27 Mei 2026 - 10:18 WIB

Jaga Harkamtibmas, Polsek Pangean Intensifkan Patroli Rutin di SPBU dan Objek Vital

23 Mei 2026 - 10:46 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Program Pekarangan Bergizi di Desa Pulau Padang

21 Mei 2026 - 11:18 WIB

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Pangean Serahkan Maklumat Forkopimda Riau ke Tokoh Masyarakat dan Adat

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

Trending di Kuansing