Menu

Mode Gelap
Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Belum Terima Hasil Gelar Perkara Khusus, Ini Kata Kapolda Riau Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum GRANAT: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa

Kuansing

Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat

badge-check


					Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM – Di tepian jalan yang membelah hijau dedaunan dan sunyi perkampungan, sebuah spanduk berdiri tegak, seakan menjadi suara yang tak terucap namun terasa. Spanduk ucapan Selamat Idulfitri dari DPC PAN Kuantan Singingi itu hadir bukan sekadar sebagai penanda hari raya, melainkan sebagai simbol sapaan politik yang lembut namun sarat makna.

Di wilayah Dapil II Kuansing, kehadiran spanduk tersebut seperti angin yang menyusup di sela-sela kehidupan masyarakat desa tenang, namun menyentuh. Dengan latar warna yang teduh dan wajah para tokoh yang terpampang, pesan “Bantu Rakyat” seolah bukan sekadar slogan, melainkan janji yang dititipkan di momen suci Idulfitri.

Nama Zulkifli Hasan dan Desta Harianto yang menghiasi spanduk itu menjadi representasi dari harapan yang digantungkan masyarakat bahwa politik tidak selalu hadir dalam hiruk-pikuk kekuasaan, tetapi juga dalam kesederhanaan sapaan di sudut desa.

Spanduk ini seolah berbicara kepada setiap mata yang memandang: bahwa politik yang sejati adalah yang mampu hadir tanpa mengganggu, menyapa tanpa memaksa, dan merangkul tanpa membedakan. Di tengah suasana Lebaran yang penuh maaf dan kebersamaan, pesan ini menjadi semakin relevan mengajak semua pihak untuk kembali pada esensi pengabdian.

Di Dapil II Kuansing, spanduk itu bukan hanya kain bergambar, melainkan narasi diam tentang bagaimana kekuasaan seharusnya berjalan: mendekat, menyentuh, dan berpihak pada rakyat hingga ke pelosok yang kerap terlupakan.

Sebab di sanalah, di antara jalan kecil dan pepohonan rindang, politik menemukan maknanya yang paling jujur.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wujudkan Green Policing, Kanit Binmas Polsek Pangean Hijaukan Lingkungan SMA N 1 Pangean

17 April 2026 - 10:08 WIB

Dukung Program “Green Policing” Kapolda Riau, Bhabinkamtibmas Sungai Langsat Bagikan dan Tanam Puluhan Pohon di SDN 019

13 April 2026 - 08:51 WIB

Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi

6 April 2026 - 17:56 WIB

Pesona Alam Kuantan Singingi yang Memukau Wisatawan

6 April 2026 - 00:05 WIB

Menyusuri Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya Kuantan Singingi

4 April 2026 - 22:01 WIB

Trending di Kuansing