Menu

Mode Gelap
Peduli Sesama, IKPA Pekanbaru Dampingi IPPERPA Pekanbaru Salurkan Bantuan Hasil Donasi kepada Anggi Pangiano Tiga Orang Diringkus! Polsek Pujud Ungkap Peredaran Sabu 40 Gram Green Policing Hijaukan Halaman, Polsek Simpang Kanan Cegah Bencana dari Sekarang Siapkan Halaman Rumah Dengan Green Policing, Polsek Simpang Kanan: Jadi Benteng Hijau Bukan Sekadar Pohon, Polsek Sp Kanan: Ini Pesan Tersembunyi di Balik Tanam Bibit Pohon di Halaman Polisi di Hati, Polsek Sp Kanan Green Policing Tanam Bibit Tanam Harapan

Kuansing

Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat

badge-check


					Di Antara Sunyi Desa, Spanduk Idulfitri PAN Kuansing Menyapa dengan Bahasa Rakyat Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM – Di tepian jalan yang membelah hijau dedaunan dan sunyi perkampungan, sebuah spanduk berdiri tegak, seakan menjadi suara yang tak terucap namun terasa. Spanduk ucapan Selamat Idulfitri dari DPC PAN Kuantan Singingi itu hadir bukan sekadar sebagai penanda hari raya, melainkan sebagai simbol sapaan politik yang lembut namun sarat makna.

Di wilayah Dapil II Kuansing, kehadiran spanduk tersebut seperti angin yang menyusup di sela-sela kehidupan masyarakat desa tenang, namun menyentuh. Dengan latar warna yang teduh dan wajah para tokoh yang terpampang, pesan “Bantu Rakyat” seolah bukan sekadar slogan, melainkan janji yang dititipkan di momen suci Idulfitri.

Nama Zulkifli Hasan dan Desta Harianto yang menghiasi spanduk itu menjadi representasi dari harapan yang digantungkan masyarakat bahwa politik tidak selalu hadir dalam hiruk-pikuk kekuasaan, tetapi juga dalam kesederhanaan sapaan di sudut desa.

Spanduk ini seolah berbicara kepada setiap mata yang memandang: bahwa politik yang sejati adalah yang mampu hadir tanpa mengganggu, menyapa tanpa memaksa, dan merangkul tanpa membedakan. Di tengah suasana Lebaran yang penuh maaf dan kebersamaan, pesan ini menjadi semakin relevan mengajak semua pihak untuk kembali pada esensi pengabdian.

Di Dapil II Kuansing, spanduk itu bukan hanya kain bergambar, melainkan narasi diam tentang bagaimana kekuasaan seharusnya berjalan: mendekat, menyentuh, dan berpihak pada rakyat hingga ke pelosok yang kerap terlupakan.

Sebab di sanalah, di antara jalan kecil dan pepohonan rindang, politik menemukan maknanya yang paling jujur.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Kuasai dan Panen Sawit Milik Orang Lain, Warga Kuansing Tempuh Jalur Hukum, Laporan Resmi Masuk Polda Riau

7 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Jelang Pacu Jalur, Dugaan Permainan Berhadiah di Pasar Malam Taluk Kuantan Jadi Sorotan, Masyarakat Minta APH Bertindak Tegas

7 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Usai Viral Penggusuran Rumah Warga di Sentajo Raya, Camat Sentajo Raya Wandy Gunawan Buka Suara

5 Agustus 2026 - 23:38 WIB

Kuasa Hukum Suhardiman Amby Tegaskan Tak Ajukan Praperadilan, Minta Publik Tak Terjebak Informasi Spekulatif

28 Juli 2026 - 23:32 WIB

Menyusahkan Masyarakat, Pemda Kuansing Harus Evaluasi PT SAM di Sungai Langsat

28 Juli 2026 - 23:17 WIB

Trending di Kuansing