Menu

Mode Gelap
IAIR Kampus Pertama di Rohil Launching Program Pascasarjana (S2) Kadisdik Kepulauan Meranti Diduga Main Proyek, Mark Up dan Sewenang-wenang Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 65 Personel, Kapolres Rohil Dorong Tingkatkan Profesionalisme Kick Off H Bistamam, Tanda Dimulai Pertandingan Sepak Bola Piala Bupati Cup Rohil Rayon ll Kunjungi Kediaman Tokoh Masyarakat di Bagan Manunggal, Bukti Kedekatan Bupati Rohil dengan Warga Kuasa Hukum Dr. Selamat Widodo, Arif Rahman Hakim S.E. Laporkan Pencurian dan Penadahan Sawit

Kuansing

Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai

badge-check


					Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM – Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diidentikkan dengan rutinitas kantor di balik meja. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Beni Aprianto. Di luar jam dinasnya sebagai abdi negara, ia sukses membuktikan diri sebagai petani cabai merah yang produktif dan berhasil meraup omzet menjanjikan.

Saat ditemui langsung di area perkebunannya yang hijau, Beni tampak sedang sibuk memanen hasil jerih payahnya. Hamparan tanaman cabai yang lebat dengan buah berwarna merah menyala menjadi bukti nyata dari ketekunannya selama ini. Hal itu disampaikannya kepada awak media, Rabu (20/05/2026).

Bagi Beni, turun ke lahan dan bermandikan keringat bukanlah menurunkan derajat. Ia justru memiliki pandangan yang sangat mendalam dan filosofis tentang dunia pertanian.

“Baginya, jadi petani bukan pekerjaan hina. Petani adalah seni merawat makhluk hidup,” ungkap Beni dengan wajah berseri-seri saat kami temui di kebun cabenya.

Mengubah Pandangan, Menjemput Peluang
Prinsip itulah yang membuat Beni berbeda. Ketika banyak orang menganggap bertani sebagai pekerjaan alternatif atau sekadar sampingan, ia justru melihatnya sebagai ruang kontemplasi dan kreativitas. Baginya, setiap batang cabai yang tumbuh subur merefleksikan bagaimana cara petani tersebut merawatnya dengan hati.

Keputusannya untuk bertani cabai juga didasari oleh peluang pasar yang selalu terbuka lebar. Cabai merupakan salah satu komoditas utama yang selalu dicari masyarakat. Berkat manajemen waktu yang disiplin, tugasnya sebagai ASN tidak pernah terbengkalai, sementara kebun cabainya tetap terawat dengan optimal.

Kini, dari hasil “seni merawat makhluk hidup” tersebut, Beni tidak hanya berhasil menginspirasi rekan sejawatnya, tetapi juga membuktikan bahwa seorang ASN mampu mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Kisah Beni Aprianto adalah contoh nyata bahwa profesi apa pun, jika dilakukan dengan cinta dan cara pandang yang positif, akan membuahkan hasil yang manis—atau dalam hal ini, hasil yang pedas luar biasa bagi kesejahteraan.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasca-OTT KPK di Kuansing, Akun TikTok Anonim Masif Sebar Disinformasi dan Adu Domba Tokoh Daerah

2 Juli 2026 - 17:49 WIB

Soroti Pos Polisi Logas yang Ditempati Warga Sipil, Redaksi Riaupro.com Pertanyakan Dasar Hukum ke Kapolres

2 Juli 2026 - 14:35 WIB

Kuasa Hukum Suhardiman Amby Tegaskan Penetapan Tersangka Bukan Vonis Bersalah

1 Juli 2026 - 21:39 WIB

Aipda Mariono Borong 3 Penghargaan Sekaligus di Momen Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 11:21 WIB

Tari Marantang Karya Epi Martison Pengurus IKKS Provinsi Riau, Ikut Meriahkan MTQ Provinsi Riau XLIV di Kuansing

26 Juni 2026 - 15:38 WIB

Trending di Kuansing