Menu

Mode Gelap
Diduga Intimidasi Wartawan, Aktivis Sosial Soroti Etika Komunikasi Oknum Pegawai BRI Pantau Tanaman Jagung, Polsek Simpang KananDukung Program Ketahanan Pangan Nasional Lokasi Ilegal Mining Dipasang Police Line, Razia Gabungan Bongkar Tempat Galian C PT Pancaran Cahaya Sedjati Salurkan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Desa Logas, Logas Hilir, dan Muara Lembu Harkitnas 2026, Bupati Asmar: Kemandirian Bangsa Dimulai dari Perlindungan Generasi Muda Bupati Asmar Gandeng Bea Cukai Bengkalis, Dorong Ekspor Sagu Meranti dan Solusi Panglong Arang

Kuansing

Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai

badge-check


					Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM – Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diidentikkan dengan rutinitas kantor di balik meja. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Beni Aprianto. Di luar jam dinasnya sebagai abdi negara, ia sukses membuktikan diri sebagai petani cabai merah yang produktif dan berhasil meraup omzet menjanjikan.

Saat ditemui langsung di area perkebunannya yang hijau, Beni tampak sedang sibuk memanen hasil jerih payahnya. Hamparan tanaman cabai yang lebat dengan buah berwarna merah menyala menjadi bukti nyata dari ketekunannya selama ini. Hal itu disampaikannya kepada awak media, Rabu (20/05/2026).

Bagi Beni, turun ke lahan dan bermandikan keringat bukanlah menurunkan derajat. Ia justru memiliki pandangan yang sangat mendalam dan filosofis tentang dunia pertanian.

“Baginya, jadi petani bukan pekerjaan hina. Petani adalah seni merawat makhluk hidup,” ungkap Beni dengan wajah berseri-seri saat kami temui di kebun cabenya.

Mengubah Pandangan, Menjemput Peluang
Prinsip itulah yang membuat Beni berbeda. Ketika banyak orang menganggap bertani sebagai pekerjaan alternatif atau sekadar sampingan, ia justru melihatnya sebagai ruang kontemplasi dan kreativitas. Baginya, setiap batang cabai yang tumbuh subur merefleksikan bagaimana cara petani tersebut merawatnya dengan hati.

Keputusannya untuk bertani cabai juga didasari oleh peluang pasar yang selalu terbuka lebar. Cabai merupakan salah satu komoditas utama yang selalu dicari masyarakat. Berkat manajemen waktu yang disiplin, tugasnya sebagai ASN tidak pernah terbengkalai, sementara kebun cabainya tetap terawat dengan optimal.

Kini, dari hasil “seni merawat makhluk hidup” tersebut, Beni tidak hanya berhasil menginspirasi rekan sejawatnya, tetapi juga membuktikan bahwa seorang ASN mampu mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Kisah Beni Aprianto adalah contoh nyata bahwa profesi apa pun, jika dilakukan dengan cinta dan cara pandang yang positif, akan membuahkan hasil yang manis—atau dalam hal ini, hasil yang pedas luar biasa bagi kesejahteraan.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Pancaran Cahaya Sedjati Salurkan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Desa Logas, Logas Hilir, dan Muara Lembu

20 Mei 2026 - 23:17 WIB

Peduli Sesama, PT Pancaran Cahaya Sedjati Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Logas Hilir

20 Mei 2026 - 17:40 WIB

Garda Terdepan Program Presiden, Polsek Pangean Kawal Penanaman Jagung Pipil dan Lahan Bergizi di Desa Rawang Binjai

20 Mei 2026 - 14:34 WIB

Besok Ditanam, Kanit Reskrim Polsek Cerenti Pimpin Pengecekan Lahan Jagung di Desa Sikakak

20 Mei 2026 - 12:59 WIB

Dukung Swasembada Pangan 2026, Bhabinkamtibmas dan Bumdes Sumber Datar Cek Perkembangan Lahan Jagung

18 Mei 2026 - 20:10 WIB

Trending di Kuansing