PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Program Pascasarjana Universitas Riau bersama inisiatif GREEN for Riau sukses menggelar kuliah umum bertajuk “Memahami Pendekatan REDD+ dan Implementasinya di Riau” di Ruang Balairung Siak Sri Indrapura, Program Pascasarjana Universitas Riau, kegiatan dibuka lansuang oleh wakil direktur bidang akademik dan alumni Prof. Dr. Yusmarini, S.Pt.,M.Pt l, pada Rabu (29/4/2026), lalu.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi akademisi, mahasiswa, pemerhati lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat dalam memahami pentingnya implementasi REDD+ sebagai upaya pengurangan emisi, pelestarian hutan, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.
Kuliah umum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang lingkungan dan kehutanan, di antaranya Danang Kabul Sukresno, S.Hut selaku Provincial Coordinator GREEN for Riau Initiative, Dr. Matnuril, S.IP., M.Si., MH selaku Kabid Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan DLHK Riau, Andreas A. Hutahaean, Ph.D sebagai Tenaga Ahli Policy and Legal GREEN for Riau Initiative, serta Prof. Dr. Suwondo yang juga merupakan Tenaga Ahli Mitigation Action Plan (STRADA) GREEN for Riau Initiative dan dosen Program Pascasarjana Universitas Riau.
Acara dipandu oleh moderator Dr. Budijono, S.Pi., M.Sc yang merupakan Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Riau.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa pendekatan REDD+ bukan hanya berbicara tentang penurunan emisi karbon, namun juga menyangkut perlindungan ekosistem gambut, penguatan tata kelola lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Program GREEN for Riau sendiri diketahui menjadi salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat kesiapan Provinsi Riau menuju implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi yang berintegritas. Program tersebut didukung oleh UN-REDD Programme dan Pemerintah Inggris melalui UK-FCDO.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi hingga foto bersama yang dihadiri dosen, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan hidup berkelanjutan di Riau.
Melalui kegiatan ini, Universitas Riau diharapkan dapat terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus motor penggerak kesadaran lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.[]







