KUANSING, PRORIAU.COM — Gelombang penolakan terkait terkait isu pemekaran Kecamatan Baru yang yang di kabarkan mengikut sertakan Desa Sungai Langsat muncul dari Ikatan Pemuda Pelajar Pangean Pekanbaru (IPPERPA).
Isu pemekaran Kecamatan Baru tersebut tengah ramai di perbincangkan di sosial media seperti group-group WhatsApp. Isu tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Pemuda Pelajar Pangean Pekanbaru (IPPERPA) yang akhirnya angkat bicara, Rabu (11/06/2025).
Ketua Umum IPPERPA Fauzan Al Azima menyatakan keprihatinannya atas simpang siur informasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini belum ada sosialisasi resmi dari pihak pemerintah daerah terkait rencana pemekaran tersebut.
“Kami mendesak pemerintah daerah agar terbuka dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan, terutama dalam hal penting seperti pemekaran wilayah administratif,”ujar Fauzan.
IPPERPA menilai bahwa pemekaran wilayah merupakan langkah strategis yang dapat berdampak besar terhadap pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga identitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar rencana tersebut dikaji secara matang dan melibatkan aspirasi warga.
“Jika benar Desa Sungai Langsat akan dimasukkan ke dalam kecamatan baru, maka masyarakat berhak mengetahui dasar pertimbangannya. Jangan sampai keputusan ini justru memecah solidaritas sosial yang sudah terbangun selama ini,”tambahnya.
Dari informasi yang di peroleh, beberapa tokoh masyarakat Desa Sungai Langsat juga mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai pemekaran tersebut. Mereka berharap agar pemerintah daerah dapat segera memberikan klarifikasi dan menjelaskan arah kebijakan ke depan.
IPPERPA menegaskan akan terus mengawal isu ini demi memastikan suara masyarakat Desa Sungai Langsat tidak diabaikan. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.







