Menu

Mode Gelap
Patroli May Day, Polsek Bagan Sinembah Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif Peringati May Day di Panipahan, Wakapolres Rohil Resmikan Pembukaan Turnamen Futsal Patroli di Lahan Sengketa, Polsek Bagan Sinembah Cegah Potensi Konflik Sosial Ketua DPC PBB Rohul, Hadiri Resepsi Pernikahan Ketua PAC PBB Rambah Hilir Abaikan Sengketa Informasi, Komisioner KI Minta Gubernur dan Sekda Riau Beri Sanksi Keras pada Kadisdik Kabar Baik untuk PPPK & PHL di Riau! Polda Riau Bagikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Inhil

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

badge-check


					Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan Perbesar

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

RiauPro.com, Inhil – Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang sebelumnya sempat menghebohkan warga di bawa ke Lembaga Konservasi di bawah Binaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan di Jakarta.

Pengiriman bangkai buaya dengan berat 585 kilogram (kg) dan panjang 5,7 meter tersebut untuk preparasi selanjutnya diawetkan.

“Ya, itu permintaan mereka, preparasi selanjutnya diawetkan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi, Sabtu (22/11/25).

Bangkai buaya super jumbo tersebut di bawa menggunakan mobil box pendingin agar tak terjadi pembusukan. Pemberangkatan bangkai buaya yang sudah dibungkus plastik tersebut di bawa pada pukul 21.00 WIB, kemarin.

Lanjut Junaidi, sebelum bangkai buaya “si undan” di bawa ke Jakarta, personil DPKP Inhil terlebih dahulu mengeluarkan isi perut. Ternyata isinya mengejutkan, mulai 20  kantong plastik, karung goni, tutuo minuman kemasan, pisau kecil lengkap dengan ganggangnya, mata tombak.

Bahkan ada juga pecahan tabung televisi lama. Semua benda yang dijumpai di perut buaya tersebut masih utuh. Tak ada satu pun dijumpai tulang belulang hewan atau manusia.

“Mungkin benda-benda yang tak mungkin bisa dicerna itu penyebab buaya itu mati. Bayangkan saja plastik itu ada 20 kantong plastik asoi, karung goni, tabung televisi,” ungkap Junaidi lagi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba

21 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Hukrim