PEKANBARU, RIAUPRO.COM — Bullying atau perundungan menjadi ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak usia sekolah. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan edukasi tentang pencegahan bullying kepada siswa SDN 148 Kota Pekanbaru sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada, 05 Desember 2025, lalu.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UMRI menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga perundungan verbal yang kerap dianggap sepele. Padahal, perilaku tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, stres, kecemasan, hingga gangguan belajar.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang ramah anak melalui cerita, diskusi interaktif, serta simulasi contoh perilaku bullying dan cara menghindarinya. Mahasiswa UMRI juga mengajak siswa untuk berani berkata tidak terhadap tindakan perundungan dan segera melapor kepada guru apabila mengalami atau melihat kejadian bullying di lingkungan sekolah.
Salah satu mahasiswa UMRI menyampaikan bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Anak-anak perlu merasa dihargai dan diterima agar dapat belajar dengan baik dan tumbuh sehat, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Pihak SDN 148 Kota Pekanbaru mengapresiasi kegiatan edukasi ini dan menilai peran mahasiswa sangat membantu sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan kesehatan mental siswa. Guru berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya saling menghormati dan peduli antar siswa semakin tertanam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap siswa SDN 148 Kota Pekanbaru dapat memahami bahaya bullying, mampu menjaga sikap saling menghargai, serta berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan.[]







