Menu

Mode Gelap
Polsek Bagan Sinembah Diminta Segera Tertibkan Mobil Angkutan Tanah Timbun dan Galian C, yang diduga Tanpa Ijin Menusia dan Kewajiban Moral Tanpa Batas dalam Menjaga Keberlangsungan Peradaban Mobil Angkutan Galian C Cemari Lingkungan, Debu Ganggu Pernapasan dan Penglihatan Sinergitas Camat dan Kapolsek Singingi di Kejuaraan Grasstrack Lokal Riau di Sirkuit One Hock Pasir Emas Telkom University Gelar Beasiswa Kuliah Gratis 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya Evaluasi Pos Kamling, Warga Sambut Personil Polsek Bagan Sinembah Dengan Sinergi

Nasional

Dari Nordik hingga Asia Tenggara, Inspirasi Kurikulum IPA untuk Indonesia

badge-check


					Dari Nordik hingga Asia Tenggara, Inspirasi Kurikulum IPA untuk Indonesia Perbesar

IMG-20251225-WA0084

IMG-20251225-WA008

Eko Wahyu Nur Sofianto, Rina Astuti, An Nisaa Al Mu’min Liu dan Sajidan.

Prodi S3 Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret

Riau, Rohil ll Riaupro.com – Hasil pembelajaran IPA siswa Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan bila dibandingkan dengan negara-negara maju. Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa skor literasi sains siswa Indonesia secara konsisten berada di bawah rata-rata negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan mendasar dalam implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Indonesia, yang kemungkinan bersumber dari berbagai aspek mulai dari pendekatan didaktik yang digunakan guru, desain kurikulum, kualitas konten pembelajaran, hingga ketersediaan infrastruktur pendukung pembelajaran.

Sementara itu, negara-negara maju seperti Singapura, Finlandia, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Cina telah menunjukkan peningkatan indikator skor PISA dengan menempati peringkat 10 besar. Pengembangan pembelajaran IPA terpadu baik di Indonesia maupun internasional, masih mencari format untuk mencapai peningkatan pembelajaran.

Kajian pembelajaran IPA terpadu lebih banyak mengeksplorasi implementasi kurikulum atau persepsi guru terhadap pendekatan terpadu, namun jarang yang mengintegrasikan analisis komprehensif untuk membantu guru dalam mempresentasikan pembelajaran dengan baik. Perbandingan dengan negara maju membantu Indonesia mendapatkan masukan dan evaluasi dari pembelajaran IPA yang selama ini dilaksanakan.

Pembelajaran IPA Finlandia

Republik Finlandia yang berada pada kawasan Nordik, terletak di Eropa Utara, serta anggota dari Uni Eropa. Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan kesetaraan dan menyenangkan. Peringkat PISA Finlandia berada pada peringkat sepuluh besar dari negara-negara yang mengikuti PISA.

Peringkat atas Finlandia sebagai bukti bagaimana kualitas pembelajaran IPA baik dan merata di seluruh siswa Finlandia. Pendidikan tanpa ujian nasional dengan memberi kepercayan kepada guru memberikan kualitas yang bagus bagi pendidikan di Finlandia. Sistem pendidikan Finlandia memiliki tujuan high level education for all membuat semua jenjang pendidikan di Finlandia memiliki kualitas yang sama dan merata mulai dari tingkat pra dasar hingga Pendidikan Tinggi.

Pembelajaran IPA yang dilaksanakan di Finlandia dengan pendekatan pembelajaran pada konten dan materi membuat belajar IPA menjadi asyik dan implikatif. Pembelajaran IPA dibawa dalam kehidupan sehari-hari kemudian siswa diajak untuk bisa memberikan implikasi dari konsep pembelajaran yang telah dipelajari. Penelitian sebagai basis pembelajaran IPA juga dilaksanakan dengan baik. Siswa Finlandia tidak hanya membaca untuk belajara konsep IPA tetapi melalui penelitian sederhana untuk menemukan konsep IPA.

Penelitian sederhana merupakan modal utama siswa Finlandia berlatih mengembangkan konsep IPA dalam sains dan teknologi yang berkembang saat ini. Pembelajaran dengan pendekatan konten dan penelitian merupakan cara belajar di Finlandia agar siswa lebih aktif dan guru sebagai fasilitator pembelajaran di kelas.

Pembelajaran IPA Singapura

Berada pada satu kawasan belum tentu berada pada kesamaan, seperti yang tergambar pada pendidikan Indonesia dan Singapura. Pembelajaran IPA di Singapura menerapkan pembelajaran (life skill), bukan sekadar mata pelajaran ujian. Singapura juga meningkatkan pembelajaran literasi sains (scientific literacy) sebagai bekal siswa dalam mengimplikasikan IPA di kehidupan sehari-hari.

Singapura menerapkan pembelajaran dengan penyelidikan inquiri sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran IPA. Siswa Singapura merasa asyik dan nyaman dengan penyelidikan untuk menemukan konsep IPA. Pembelajaran dengan life skill, scientific literacy dan inquiri membuat Singapura berada di posisi nomor satu.

Pembelajaran Singapura juga mengajak siswa untuk aktif dalam penyelidikan ilmiah atau inquiri. Belajar IPA bukan hanya tentang konsep kemudian diakhiri dengan ujian, tetapi siswa di Singapura lebih tertarik untuk belajar dengan penyelidikan dan mendapatkan sebuah implikasi dari konsep yang telah dipelajari.

Pembelajaran IPA dengan STEM didukung dengan perlengkapan laboratorium sains agar siswa dapat belajar penyelidikan ilmiah dengan baik. Pembelajaran STEM mengajak siswa untuk bisa berkontribusi dalam pengetahuan dengan penyelidikan ilmiah. Siswa bukan hanya belajar IPA untuk angka tetapi konsep pengembangan IPA sebagai bekal menghadapi perubahan dunia sains dan teknologi yang berkembang dengan cepat.

IP Negeri Kanguru

Benua tetangga dengan Indonesia yaitu Australia juga memiliki kemajuan yang sangat pesat dibandingkan Indonesia. Pengembangan pembelajaran IPA dengan inquiri menjadi model dalam pembelajaran siswa di Australia. Pembelajaran IPA dengan inquiri yang diberikan mulai tingkat dasar hingga sekolah menengah atas menjadi fondasi penting dalam pembelajaran.

Pembelajaran IPA tidak hanya pada penguatan teori tetapi lebih memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki sebuah peristiwa sebagai konsep IPA. Siswa di Australia juga belajar mengenal peristiwa alam yang dihubungkan dengan konsep IPA. Pembelajaran IPA di Australia mengajak siswa untuk bisa berperan aktif dalam penyelidikan ilmiah. Penyampaian hasil penyelidikan ilmiah juga memberikan kesempatan siswa untuk belajar menginterpretasikan hasil penyelidikan ilmiah dengan baik.

Sumber gambar buku Framework for School Age Care in Australia (versi 2.0, 2022)

Pembelajaran IPA di Australia juga memberikan efek pada dunia industri. IPA sebagai dasar perkembangan sains dan teknologi yang diaplikasikan pada dunia industri membuat guru selalu memiliki inisiatif untuk memberikan pemahaman konsep IPA dengan inquiry dan memberikan implikasi pada industri.

Belajar IPA di Australia juga tidak selalu dengan ujian tetapi praktik dari konsep IPA yang dapat diaplikasikan juga memiliki nilai lebih tinggi. Siswa Australia belajar IPA dengan menyenangkan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian lingkungan dalam belajar IPA ditumbuhkan dengan memahami konsep IPA dan mengenalkan bagaimana lingkungan dilestarikan bukan hanya dimanfaatkan.

Inspirasi IPA Bagi Indonesia

Belajar IPA dari Finlandia, Singapura dan Australia memberi banyak inspirasi bagi pembelajaran IPA di Indonesia. Sekilas pembelajaran IPA ketiga negara tersebut berbeda tetapi sebenarnya sama yaitu pembelajaran yang lebih mengedepankan penyelidikan sebagai penguatan konsep IPA dan mengimplikan dalam kehidupan sehari-hari.

Implikasi konsep IPA bukan hanya kehidupan sehari-hari tetapi lingkungan sekitar siswa dan dunia industri yang dekat dengan siswa. Indonesia sebagai negara dengan kaya Sumber Daya Alam (SDA) memiliki kesempatan pengembangan pembelajaran IPA dengan baik. Konsep IPA yang dikenalkan dengan SDA yang ada di sekitar siswa sebagai penguat materi IPA dan cinta lingkungan siswa di Indonesia. Peran guru IPA mendorong siswa untuk bisa memanfaatkan belajar dengan praktik dan cinta lingkungan.

Sumber gambar Buku Tematik Kurikulum 2013 Belajar IPA dengan penyelidikan konsep IPA dan implikasi lingkungan di Indonesia

Konsep dan nilai belajar IPA di Indonesia perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep IPA yang diukur dalam ujian atau sekarang disebut dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) lebih banyak mengukur pengetahuan konsep IPA, sehingga kemampuan implikasi siswa pada kehidupan sehari-hari bisa dikenalkan dan dibiasakan oleh guru dengan baik saat pembelajaran.

Penggunaan model pembelajaran inquiry dan STEM juga banyak digunakan di Indonesia tetapi masih mengedepankan konsep saja.

Pemahaman konsep IPA dan juga implikasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai inti dari pembelajaran inquiry dan STEM dapat terus ditingkatkan. Guru belajar IPA untuk mengajak siswa aktif melakukan penyelidikan kemudian mengenalkan konsep dari hasil penyelidikan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Bagan Sinembah Diminta Segera Tertibkan Mobil Angkutan Tanah Timbun dan Galian C, yang diduga Tanpa Ijin

19 Januari 2026 - 14:28 WIB

Menusia dan Kewajiban Moral Tanpa Batas dalam Menjaga Keberlangsungan Peradaban

18 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mobil Angkutan Galian C Cemari Lingkungan, Debu Ganggu Pernapasan dan Penglihatan

18 Januari 2026 - 18:54 WIB

Telkom University Gelar Beasiswa Kuliah Gratis 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

16 Januari 2026 - 17:30 WIB

Evaluasi Pos Kamling, Warga Sambut Personil Polsek Bagan Sinembah Dengan Sinergi

16 Januari 2026 - 16:02 WIB

Trending di Hukrim