Menu

Mode Gelap
Peduli Sesama, IKPA Pekanbaru Dampingi IPPERPA Pekanbaru Salurkan Bantuan Hasil Donasi kepada Anggi Pangiano Tiga Orang Diringkus! Polsek Pujud Ungkap Peredaran Sabu 40 Gram Green Policing Hijaukan Halaman, Polsek Simpang Kanan Cegah Bencana dari Sekarang Siapkan Halaman Rumah Dengan Green Policing, Polsek Simpang Kanan: Jadi Benteng Hijau Bukan Sekadar Pohon, Polsek Sp Kanan: Ini Pesan Tersembunyi di Balik Tanam Bibit Pohon di Halaman Polisi di Hati, Polsek Sp Kanan Green Policing Tanam Bibit Tanam Harapan

News

Dinilai Gagal Memimpin, Warga Desak Kapolres Batu Bara Segera Dicopot dan Serukan Reformasi Polri

badge-check


					Dinilai Gagal Memimpin, Warga Desak Kapolres Batu Bara Segera Dicopot dan Serukan Reformasi Polri Perbesar

Batu Bara, RiauPro.com – Gelombang ketidakpuasan terhadap kinerja Polres Batu Bara kian hari kian membesar. Masyarakat bersama sejumlah aktivis hukum mendesak Kapolri dan Kapolda Sumut segera mencopot Kapolres Batu Bara.

 

Karena dinilai gagal mengendalikan institusi dlam mengungkap kasus dan membiarkan isu dugaan pungli oleh oknum penyidik Unit PPA terus membusuk.

 

Alih-alih meredam kegaduhan dengan langkah tegas, Kapolres justru memilih diam. Klarifikasi yang dilempar lewat Humas Polres dalam bentuk video bantahan malah dianggap “kosong, dangkal, dan penuh kejanggalan”.

 

Publik menilai narasi tersebut hanya sekadar menutupi masalah, bukan menyelesaikannya.

 

“Kapolres terlalu pasif, diam seakan tidak peduli. Padahal isu ini menyangkut martabat institusi Polri di mata rakyat,” tegas DS, yang juga seorang jurnalis ikut menyuarakan keresahan warga pada Selasa, (30/09/2025).

 

Kritik semakin tajam ketika publik melihat kepemimpinan Kapolres Batu Bara hanya sebatas seremonial tanpa arah tegas dalam penegakan disiplin dan etika anggotanya. Desakan pencopotan pun menguat.

 

“Kami meminta Kapolri segera mengevaluasi dan mengganti Kapolres Batu Bara. Ini bukan soal sentimen, tapi soal kegagalan nyata dalam memimpin,” ujar seorang aktivis hukum dari Medan dengan nada keras.

 

Tak hanya persoalan kepemimpinan, tuntutan Reformasi Polri kini kembali bergema. Publik menegaskan bahwa yang dibutuhkan rakyat bukan pencitraan semu, melainkan keberanian membersihkan oknum dan membenahi sistem yang dianggap sudah lama keropos.

 

“Sudah cukup drama klarifikasi. Rakyat butuh keadilan, bukan institusi yang saling melindungi di balik seragam,” tambah seorang tokoh masyarakat.

 

Gelombang desakan ini diyakini tak akan berhenti pada sekadar isu lokal. Jika tak segera ada langkah tegas, ketidakpercayaan terhadap Polri dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi merusak keutuhan marwah institusi penegak hukum terbesar di negeri ini.

 

(T. Sihotang/Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Orang Diringkus! Polsek Pujud Ungkap Peredaran Sabu 40 Gram

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Green Policing Hijaukan Halaman, Polsek Simpang Kanan Cegah Bencana dari Sekarang

10 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Siapkan Halaman Rumah Dengan Green Policing, Polsek Simpang Kanan: Jadi Benteng Hijau

10 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Bukan Sekadar Pohon, Polsek Sp Kanan: Ini Pesan Tersembunyi di Balik Tanam Bibit

10 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Pohon di Halaman Polisi di Hati, Polsek Sp Kanan Green Policing Tanam Bibit Tanam Harapan

10 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Trending di Hukrim