Menu

Mode Gelap
Muscab V PPP Kuansing, 12 PAC Sepakat Minta Sardiyono Kembali Pimpin Partai Tak Berkutik! Pengedar Sabu Diciduk Polisi, 11 Paket dan Uang Tunai Jadi Barang Bukti Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Kasat Polairud dan Kasat Intelkam Intensifkan Patroli Perairan Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Hukrim

Gawat !!, Kebun Pemda Kuansing Kembali Di Hajar Pelaku PETI, Diduga Inisial HYI dan SN Menjadi Sorotan

badge-check


					Gawat !!, Kebun Pemda Kuansing Kembali Di Hajar Pelaku PETI, Diduga Inisial HYI dan SN Menjadi Sorotan Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM — Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kembali mencederai kewibawaan negara. Kali ini, kawasan Kebun Pemerintah Daerah (Pemda) Kuantan Singingi dilaporkan kembali “dihajar” oleh para pelaku PETI yang diduga kuat beroperasi secara terorganisir dan sistematis, Jumat (23/01/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber lapangan, di lokasi tersebut ditemukan sedikitnya 9 unit mesin Stingkai dan 1 unit rakit Domfeng yang aktif beroperasi. Aktivitas ilegal itu diduga berlangsung pada malam hari, sebagai modus klasik untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait.

Lebih mengkhawatirkan, muncul dugaan adanya setoran rutin sebesar Rp2.500.000 per unit atau per kelompok kepada pihak tertentu agar aktivitas ilegal tersebut tetap berjalan tanpa hambatan. Jika dugaan ini benar, maka praktik PETI tidak lagi berdiri sendiri, melainkan telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir yang berpotensi melibatkan jaringan perlindungan.

Dua nama, masing-masing berinisial HYI dan SN, kini menjadi sorotan publik. Keduanya diduga berperan sebagai pengendali dalam operasi PETI di kawasan aset milik Pemda tersebut. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait status hukum keduanya.

Secara yuridis, aktivitas PETI jelas melanggar ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Tak hanya itu, karena lokasi berada di atas aset daerah, perbuatan tersebut juga berpotensi melanggar ketentuan perusakan dan penguasaan barang milik negara/daerah secara melawan hukum, sebagaimana diatur dalam KUHP dan peraturan pengelolaan barang milik daerah.

Selain aspek pidana, dampak ekologis akibat penggunaan mesin Stingkai dan rakit Domfeng juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya terkait pencemaran dan perusakan lingkungan hidup yang dilakukan tanpa izin lingkungan.

Masyarakat menilai, maraknya kembali PETI di kawasan strategis milik Pemda Kuansing merupakan tamparan keras terhadap fungsi pengawasan negara. Apalagi, dugaan adanya setoran mengindikasikan potensi tindak pidana korupsi, suap, atau gratifikasi, yang semestinya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Publik kini mendesak Polres Kuansing, Polda Riau, serta Inspektorat dan Kejaksaan untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan menyeluruh, menelusuri aliran setoran, serta menindak tegas siapa pun yang terlibat, baik pelaku lapangan, pemodal, maupun oknum yang diduga menjadi pelindung.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Berkutik! Pengedar Sabu Diciduk Polisi, 11 Paket dan Uang Tunai Jadi Barang Bukti

19 April 2026 - 01:12 WIB

Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Kasat Polairud dan Kasat Intelkam Intensifkan Patroli Perairan

19 April 2026 - 00:45 WIB

Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba, Kapolres Rohil Pimpin Apel Personel Baru Polsek Panipahan

18 April 2026 - 18:33 WIB

Belum Terima Hasil Gelar Perkara Khusus, Ini Kata Kapolda Riau

18 April 2026 - 13:10 WIB

Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum GRANAT: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa

18 April 2026 - 12:54 WIB

Trending di Hukrim