RiauPro.com, Kuansing – Mahasiswa Program Studi Profesi Bidan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Desa Logas, Kecamatan Singingi, pada Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Muara Lembu ini menyasar masyarakat dari dua desa, yakni Desa Logas dan Desa Logas Hilir. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan derajat kesehatan ibu hamil (Bumil) dan balita guna melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Profesi Bidan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada 25 orang ibu hamil serta pemeriksaan khusus bagi 15 balita yang mengalami masalah gizi.
Selain pemeriksaan fisik, para mahasiswa juga memberikan penyuluhan kesehatan yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”.
Edukasi ini ditekankan tidak hanya pada masa kehamilan, tetapi juga persiapan sejak masa remaja untuk memutus mata rantai masalah gizi.
Sebagai bentuk intervensi nyata, Mahasiswa Profesi Bidan IKTA Al Insyirah juga menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada para balita dengan masalah gizi serta ibu hamil yang terindikasi Kurang Energi Kronis (KEK).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK setempat, para kader kesehatan desa, serta Hj. Rosmanidar, SST, M.Kes selaku Kepala UPTD Puskesmas Muara Lembu yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lahan bagi para mahasiswa.
“Alhamdulillah, kegiatan bakti sosial yang diinisiasi oleh Mahasiswa Profesi Bidan IKTA Al Insyirah ini sangat strategis dan menyentuh langsung kebutuhan dasar kesehatan masyarakat di Desa Logas dan Logas Hilir. Fokus kami hari ini adalah edukasi dan intervensi gizi. Melalui penyuluhan ‘Isi Piringku’, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa melahirkan generasi cerdas itu dimulai dari asupan gizi yang seimbang, bahkan sejak calon ibu masih berusia remaja hingga masa kehamilan.” Kata Hj Rosmanidar.
“Dengan adanya bantuan PMT dan pemeriksaan intensif bagi 15 balita bermasalah gizi dan ibu hamil hari ini, kami berharap dapat membantu menurunkan angka ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) serta mencegah terjadinya stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas kami. Sinergi antara akademisi, Puskesmas, dan masyarakat seperti ini adalah kunci peningkatan kesehatan desa.” Tambah Hj Rosmanidar kepada RiauPro.com.







