Menu

Mode Gelap
KPK Respon Laporan Ramli Ishak, Terkait Pengerjaan Proyek JIAT di Meranti Rotasi Jabatan di Polres Rohil, Kapolres Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Bergeser, lni Daftar Pangkat dan Jabatan Baru Aksi Damai Memanas, Kapolres Rohil Berhasil Meredam Pastikan Panipahan Aman Terkendali Sehari Menjabat, Kapolsek Bagan Sinembah Sambang Warga Perkuat Sinergi Kamtibmas Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif, Polsek Bagan Sinembah Gelar KRYD

Nasional

Proyek RKB SMK Negeri 1 Medang Deras Diduga Ajang Korupsi, Inspektorat Harap Audit Material Bekas

badge-check


					Proyek RKB SMK Negeri 1 Medang Deras Diduga Ajang Korupsi, Inspektorat Harap Audit Material Bekas Perbesar

Batu Bara. RiauPro.com – Pembangunan ruang kelas di SMK Negeri 1 Medang Deras, Desa Nanasiam, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam publik. Pekerjaan yang baru berjalan sekitar 5 Persen sudah menimbulkan banyak pertanyaan soal kualitas dan transparansi proyek yang menelan biaya Milyaran rupiah.

 

Hasil pantauan sejumlah awak media saat melakukan kontrol sosial pada kamis (16/10/2025) mengungkapkan adanya indikasi ketidaksesuaian konstruksi di lapangan. Pondasi batu padas yang dipasang terlihat berlubang, rapuh, dan jauh dari standar mutu, bahkan proses pengecoran disebut memakai material bekas seperti bambu, broti, dan papan daur ulang.

 

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan asal–asalan demi mengejar keuntungan yang lebih besar, tanpa memperhatikan standar keamanan maupun mutu bangunan yang akan digunakan untuk kegiatan belajar siswa

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Medang Deras, Ade, mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya hanya menerima kunci, soal teknis silakan tanya ke pengawasnya,” ujar Ade singkat saat ditemui wartawan di lokasi.

 

Temuan ini langsung menimbulkan reaksi publik yang menuntut Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Inspektorat, hingga Kejaksaan Negeri Batu Bara untuk turun tangan dan menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

 

Kalangan pemerhati pendidikan menilai, pembangunan ruang kelas seharusnya menjadi upaya meningkatkan kualitas belajar, bukan justru menjadi ajang permainan anggaran yang berpotensi merugikan masyarakat.

 

Jika benar terbukti ada pelanggaran, publik mendesak agar pihak terkait menindak tegas kontraktor maupun pengawas proyek yang lalai menjalankan tugasnya.

“Bangunan pendidikan itu harus kokoh dan layak, bukan jadi simbol proyek asal jadi,” tegas salah satu aktivis pemerhati kebijakan publik di Batu Bara.

 

(T. Sihotang)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Respon Laporan Ramli Ishak, Terkait Pengerjaan Proyek JIAT di Meranti

11 April 2026 - 18:42 WIB

Rotasi Jabatan di Polres Rohil, Kapolres Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek

11 April 2026 - 18:31 WIB

Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Bergeser, lni Daftar Pangkat dan Jabatan Baru

11 April 2026 - 18:21 WIB

Aksi Damai Memanas, Kapolres Rohil Berhasil Meredam Pastikan Panipahan Aman Terkendali

11 April 2026 - 17:20 WIB

Sehari Menjabat, Kapolsek Bagan Sinembah Sambang Warga Perkuat Sinergi Kamtibmas

11 April 2026 - 16:53 WIB

Trending di Hukrim