Menu

Mode Gelap
Bupati Meranti Dukung Penambahan Jadwal Kapal Roro Perintis Saat Mudik Lebaran 2026 Bupati Afni Dampingi Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran di Kandis Tarif Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Diskon 30 Persen pada Periode Mudik 15–16 dan 26–27 Maret Buka Puasa Bersama IKKS Riau, Bupati Suhardiman Dorong Perantau Berkontribusi untuk Kuansing Karhutla Mulai Mengancam Beberapa Wilayah di Rohil, Warga Diminta Waspada Santuni 20 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Kapolsek Bagan Sinembah Berbagi Berkah di Bulan Ramadan

Hukrim

Vicktor OS, SH Ketua DPC Bravo 5, Kecam Keras Dugaan Pembunuhan Jurnalis Medan Alm. Nico Saragih.

badge-check


					Vicktor OS, SH Ketua DPC Bravo 5, Kecam Keras Dugaan Pembunuhan Jurnalis Medan Alm. Nico Saragih. Perbesar

Medan, RiauPro.com – Tragedi kematian Alm. Nico Saragih (38), wartawan salah satu media online di Medan, mengundang perhatian publik. Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, angkat suara dan mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang menimpa jurnalis tersebut serta meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa memilukan ini.

 

Nico Saragih ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi kosnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah, pada Jumat (5/9/2025). Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi kritis, lalu sempat dilarikan ke RS Advent Medan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, (06 /09/2025).

 

“Kalau saat ditemukan sekira pukul 09.00 WIB, kemudian dibawa ke RS Advent. Peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Medan Baru,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Hasil informasi sementara menyebutkan, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka mencurigakan berupa bekas cakaran di wajah dan kepala bagian belakang. Dugaan sementara, Nico menjadi korban tindak kekerasan, bahkan pembunuhan, saat bersama kekasihnya. Meski begitu, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi.

 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, saat dikonfirmasi awak media, masih belum memberikan keterangan terkait kematian jurnalis yang dikenal luas di kalangan wartawan Kota Medan itu.

 

Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, dengan tegas menyatakan bahwa kematian seorang jurnalis adalah tamparan keras terhadap demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Ia mendesak kepolisian untuk bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap motif serta pelaku di balik kematian Nico.

 

“Kami mengecam keras tindakan keji yang menimpa saudara Nico Saragih. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas tragedi ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap kasus yang menyangkut nyawa seorang jurnalis,” tegas Vicktor dalam keterangannya.

 

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Medan. Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap insan pers yang menjalankan tugas di lapangan.

 

(T. Sihotang)Medan, RiauPro.com – Tragedi kematian Alm. Nico Saragih (38), wartawan salah satu media online di Medan, mengundang perhatian publik. Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, angkat suara dan mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang menimpa jurnalis tersebut serta meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa memilukan ini.

 

Nico Saragih ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi kosnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah, pada Jumat (5/9/2025). Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi kritis, lalu sempat dilarikan ke RS Advent Medan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, (06 /09/2025).

 

“Kalau saat ditemukan sekira pukul 09.00 WIB, kemudian dibawa ke RS Advent. Peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Medan Baru,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Hasil informasi sementara menyebutkan, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka mencurigakan berupa bekas cakaran di wajah dan kepala bagian belakang. Dugaan sementara, Nico menjadi korban tindak kekerasan, bahkan pembunuhan, saat bersama kekasihnya. Meski begitu, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi.

 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, saat dikonfirmasi awak media, masih belum memberikan keterangan terkait kematian jurnalis yang dikenal luas di kalangan wartawan Kota Medan itu.

 

Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, dengan tegas menyatakan bahwa kematian seorang jurnalis adalah tamparan keras terhadap demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Ia mendesak kepolisian untuk bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap motif serta pelaku di balik kematian Nico.

 

“Kami mengecam keras tindakan keji yang menimpa saudara Nico Saragih. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas tragedi ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap kasus yang menyangkut nyawa seorang jurnalis,” tegas Vicktor dalam keterangannya.

 

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Medan. Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap insan pers yang menjalankan tugas di lapangan.

 

(T. Sihotang)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Meranti Dukung Penambahan Jadwal Kapal Roro Perintis Saat Mudik Lebaran 2026

15 Maret 2026 - 12:53 WIB

Bupati Afni Dampingi Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran di Kandis

15 Maret 2026 - 01:21 WIB

Tarif Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Diskon 30 Persen pada Periode Mudik 15–16 dan 26–27 Maret

15 Maret 2026 - 01:18 WIB

Buka Puasa Bersama IKKS Riau, Bupati Suhardiman Dorong Perantau Berkontribusi untuk Kuansing

15 Maret 2026 - 01:14 WIB

Karhutla Mulai Mengancam Beberapa Wilayah di Rohil, Warga Diminta Waspada

15 Maret 2026 - 00:55 WIB

Trending di Hukrim