Menu

Mode Gelap
Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Korban Belum Terima Hasil Gelar Perkara Khusus, Ini Kata Kapolda Riau Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum GRANAT: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa Demi Rasa Aman Warga, Polsek Bagan Sinembah Gelar KRYD Ciptakan Kamtibmas Tetap Kondusif

Hukrim

Vicktor OS, SH Ketua DPC Bravo 5, Kecam Keras Dugaan Pembunuhan Jurnalis Medan Alm. Nico Saragih.

badge-check


					Vicktor OS, SH Ketua DPC Bravo 5, Kecam Keras Dugaan Pembunuhan Jurnalis Medan Alm. Nico Saragih. Perbesar

Medan, RiauPro.com – Tragedi kematian Alm. Nico Saragih (38), wartawan salah satu media online di Medan, mengundang perhatian publik. Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, angkat suara dan mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang menimpa jurnalis tersebut serta meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa memilukan ini.

 

Nico Saragih ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi kosnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah, pada Jumat (5/9/2025). Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi kritis, lalu sempat dilarikan ke RS Advent Medan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, (06 /09/2025).

 

“Kalau saat ditemukan sekira pukul 09.00 WIB, kemudian dibawa ke RS Advent. Peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Medan Baru,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Hasil informasi sementara menyebutkan, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka mencurigakan berupa bekas cakaran di wajah dan kepala bagian belakang. Dugaan sementara, Nico menjadi korban tindak kekerasan, bahkan pembunuhan, saat bersama kekasihnya. Meski begitu, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi.

 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, saat dikonfirmasi awak media, masih belum memberikan keterangan terkait kematian jurnalis yang dikenal luas di kalangan wartawan Kota Medan itu.

 

Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, dengan tegas menyatakan bahwa kematian seorang jurnalis adalah tamparan keras terhadap demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Ia mendesak kepolisian untuk bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap motif serta pelaku di balik kematian Nico.

 

“Kami mengecam keras tindakan keji yang menimpa saudara Nico Saragih. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas tragedi ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap kasus yang menyangkut nyawa seorang jurnalis,” tegas Vicktor dalam keterangannya.

 

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Medan. Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap insan pers yang menjalankan tugas di lapangan.

 

(T. Sihotang)Medan, RiauPro.com – Tragedi kematian Alm. Nico Saragih (38), wartawan salah satu media online di Medan, mengundang perhatian publik. Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, angkat suara dan mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang menimpa jurnalis tersebut serta meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa memilukan ini.

 

Nico Saragih ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi kosnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah, pada Jumat (5/9/2025). Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi kritis, lalu sempat dilarikan ke RS Advent Medan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, (06 /09/2025).

 

“Kalau saat ditemukan sekira pukul 09.00 WIB, kemudian dibawa ke RS Advent. Peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Medan Baru,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Hasil informasi sementara menyebutkan, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka mencurigakan berupa bekas cakaran di wajah dan kepala bagian belakang. Dugaan sementara, Nico menjadi korban tindak kekerasan, bahkan pembunuhan, saat bersama kekasihnya. Meski begitu, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi.

 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, saat dikonfirmasi awak media, masih belum memberikan keterangan terkait kematian jurnalis yang dikenal luas di kalangan wartawan Kota Medan itu.

 

Ketua DPC Bravo 5, Vicktor OS, SH, dengan tegas menyatakan bahwa kematian seorang jurnalis adalah tamparan keras terhadap demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Ia mendesak kepolisian untuk bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap motif serta pelaku di balik kematian Nico.

 

“Kami mengecam keras tindakan keji yang menimpa saudara Nico Saragih. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas tragedi ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap kasus yang menyangkut nyawa seorang jurnalis,” tegas Vicktor dalam keterangannya.

 

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Medan. Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap insan pers yang menjalankan tugas di lapangan.

 

(T. Sihotang)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

18 April 2026 - 14:30 WIB

PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:59 WIB

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:38 WIB

Korban Belum Terima Hasil Gelar Perkara Khusus, Ini Kata Kapolda Riau

18 April 2026 - 13:10 WIB

Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum GRANAT: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa

18 April 2026 - 12:54 WIB

Trending di Hukrim