Menu

Mode Gelap
IAIR Kampus Pertama di Rohil Launching Program Pascasarjana (S2) Kadisdik Kepulauan Meranti Diduga Main Proyek, Mark Up dan Sewenang-wenang Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 65 Personel, Kapolres Rohil Dorong Tingkatkan Profesionalisme Kick Off H Bistamam, Tanda Dimulai Pertandingan Sepak Bola Piala Bupati Cup Rohil Rayon ll Kunjungi Kediaman Tokoh Masyarakat di Bagan Manunggal, Bukti Kedekatan Bupati Rohil dengan Warga Kuasa Hukum Dr. Selamat Widodo, Arif Rahman Hakim S.E. Laporkan Pencurian dan Penadahan Sawit

Pekanbaru

Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak

badge-check


					Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak Perbesar

PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Suasana semarak pelantikan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di tingkat kota dan kabupaten se-Riau yang digelar di Gelanggang Remaja Jl. Sudirman, Kota Pekanbaru, ternyata menjadi lahan basah bagi sejumlah pedagang makanan. Di tengah keramaian ribuan tamu undangan yang memadati lokasi acara, ditemukan praktik penetapan harga yang dinilai tidak wajar oleh pengunjung.

Salah satu yang paling disorot adalah pedagang sate yang mangkal di area sekitar lokasi acara. Sejumlah pengunjung mengaku harus merogoh kocek hingga Rp70 ribu hanya untuk dua porsi sate yang ukurannya terbilang kecil. Padahal, di hari biasa dan lokasi yang sama, harga satu porsi sate sejenis rata-rata hanya berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

“Benar-benar memanfaatkan situasi. Kami yang datang dari daerah terpaksa membelinya karena lapar dan tidak ada pilihan lain di sekitar sini. Dua porsi saja Rp70 ribu, rasanya sangat tidak adil,” ungkap salah satu tamu undangan yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (29/4).

Pengamatan di lokasi menunjukkan antrean panjang di depan lapak pedagang tersebut sepanjang acara berlangsung. Para pedagang terlihat tidak ragu menetapkan harga tinggi karena mengetahui tingginya permintaan makanan dari pengunjung yang jumlahnya membludak. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat menaikkan harga secara sepihak saat acara mencapai puncaknya.

Praktik ini memicu keluhan dari banyak pihak. Menurut mereka, kenaikan harga yang tajam dalam waktu singkat merupakan bentuk eksploitasi yang tidak pantas, meskipun momen acara besar memang berpotensi meningkatkan pendapatan pedagang.

“Sebaiknya pedagang tetap memegang prinsip keadilan, bukan hanya mengejar keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu singkat. Meskipun kesempatan ada, tidak seharusnya mengambil keuntungan berlebihan di atas kesempitan orang lain,” tambah pengunjung tersebut.

Hingga acara selesai, belum ada tindakan dari panitia penyelenggara maupun pihak berwenang terkait praktik penetapan harga yang dinilai merugikan konsumen ini. Situasi ini menjadi catatan penting bahwa kemeriahan acara besar tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan etika perdagangan dan hak-hak konsumen.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buntut Ketidakjelasan Penanganan Kasus Kekerasan Saat Demo DPRD Riau, IMM dan Mahasiswa UMRI Geruduk Polda Riau

3 Juli 2026 - 17:21 WIB

Dedikasi Tanpa Batas, Aipda Mariono Terima Penghargaan Bhabinkamtibmas Teladan Polda Riau 2026

2 Juli 2026 - 12:36 WIB

Kecam Tindakan Represif Aparat Terhadap Kader IMM: DPD IMM Riau Tuntut Copot Kapolda Riau dan Tindak Tegas Oknum Pelaku

22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil

10 Juni 2026 - 10:51 WIB

Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh

9 Juni 2026 - 22:24 WIB

Trending di Pekanbaru