KEPULAUAN MERANTI,RIAU PRO.COM – Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, mulai langkah nyata lawan perubahan iklim. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis/Bimtek Program Kampung Iklim/Proklim digelar di Kantor Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (9/6/2026).
Acara jadi titik awal warga pesisir turun aksi tanam mangrove tahan abrasi, kelola sampah, hemat energi, sampai kembangkan pangan lestari.
Hadir & Komitmen Penuh.
Kades Banglas Barat Asnawi Nazar, S.Pi hadir langsung bersama seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat. Kehadiran tersebut sinyal kuat, Pemdes serius jadikan Proklim gerakan desa, bukan sekadar program.
“Kami dukung penuh Proklim di Banglas Barat. Wilayah kita pesisir, abrasi tiap tahun makin parah. Lewat bimtek ini warga belajar cara adaptasi tanam mangrove, buat bank sampah, hemat energi. Tujuannya satu: Banglas Barat tangguh dan lestari untuk anak cucu.”, ungkap Kades Banglas Barat.
Bimtek: Aksi Nyata, Bukan sekedar Teori.
Muhammad Fuad,Kabid iklim dari DLHK Provinsi Riau beri 4 materi utama sesuai kebutuhan desa dipesisir:
1. Adaptasi Abrasi : Teknik tanam mangrove + pembuatan pagar gelombang dari bahan lokal.
2. Mitigasi Sampah : Cara kelola bank sampah dan ubah sampah organik jadi kompos/eco enzyme.
3. Energi Terbarukan : Pemanfaatan panel surya mini & biogas skala rumah tangga.
4. Pangan Lestari : Kebun gizi keluarga + pertanian tahan cuaca ekstrem.
Warga aktif tanya jawab. Banyak yang langsung daftar jadi relawan “Duta Iklim Desa Banglas Barat”.
“Selama ini kita rasakan dampaknya: laut makin dekat, cuaca tak menentu. Proklim ini momentum. Jangan berhenti di bimtek. Kami mau Banglas Barat naik status jadi Kampung Iklim Utama dan jadi contoh desa dipesisir di Meranti.”, kata salah seorang tokoh masyarakat.
Target Pemdes.
Pemdes Banglas Barat targetkan 1 tahun ke depan:
– 2 Ha mangrove baru tertanam di titik rawan abrasi
– 1 unit bank sampah aktif melayani 100 KK
– 50 rumah tangga pakai biogas/kompos
Jika target tercapai, Banglas Barat akan diusulkan naik level dari “Pratama” ke “Utama”.
Laporan : M.Khosir AMN







