KUANSING, RIAUPRO.COM – Jejaring Global dan Inovasi Bioteknologi Menguat di Forum Internasional Can Tho University College of Agriculture, Islamic kuantan singingi University sebagai delegasi international.
Kampus Can Tho University, Vietnam, menjadi tuan rumah pelaksanaan The 4th International Conference on Agricultural Sciences, kegiatan digelar pada 27–29 April 2026.
Forum ilmiah internasional ini sekaligus menghasilkan international conference proceedings yang merefleksikan kontribusi riset global dalam mendorong transformasi sistem agri-pangan berkelanjutan melalui pendekatan digital dan bioteknologi.
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi melalui Opening Ceremony oleh pimpinan universitas, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi keynote lecture menghadirkan pakar dari enam negara. Beberapa pembicara utama yang berpartisipasi antara lain Nguyen Hieu Trung, Do-Soon Kim, Yukio Ozaki, serta Asep Gunawan dari IPB University. Seluruh presentasi menyoroti peran penting inovasi teknologi dalam memperkuat keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan.
Pada sesi presentasi oral, para peneliti internasional memaparkan temuan-temuan terbaru di bidangnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, saya Dr. Ir. Pajri Anwar, S.Pt., M.Si., IPM, dari program studi peternakan, fakultas pertanian, islamic kuantan singingi University, teluk kuantan, riau, yang mempresentasikan riset terkait pengembangan sapi Pesisir berbasis bioteknologi reproduksi dengan pendekatan proteomik. Penelitian ini menekankan identifikasi *protein markers* sebagai indikator seleksi pejantan unggul, yang diharapkan mampu meningkatkan populasi dan kualitas genetik sapi Pesisir sebagai sumber daya genetik lokal Sumatera Barat. Pendekatan biomolekuler ini dinilai memiliki prospek strategis dalam mendukung program pemuliaan ternak modern. Teknologi ini kita akan terapkan juga kepada hewan model asli kuantan singingi, Kuantan cattle.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, konferensi ini juga berfungsi sebagai platform penguatan jejaring internasional. Interaksi antarpeneliti membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam bidang riset dan pendidikan, serta memberikan prospek penyelenggaraan kegiatan akademik bersama di masa depan, termasuk potensi kolaborasi dengan Universitas Islam Kuantan Singingi sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi.
Delegasi internasional, termasuk perwakilan dari Indonesia, telah hadir sejak 26 April 2026 dan dijadwalkan kembali ke Bogor pada akhir April 2026. Keikutsertaan ini memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring akademik global sekaligus membuka ruang kerja sama strategis yang lebih luas.
Sebagai rangkaian penutup, peserta mengikuti kunjungan ke kawasan pertanian terpadu di Vietnam yang mengombinasikan sektor perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri pangan tradisional dalam satu sistem berkelanjutan. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif, yang menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya lokal secara optimal dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial.
Berbagai praktik lokal yang ditampilkan, termasuk pengolahan pangan tradisional berbasis beras, menjadi inspirasi bagi pengembangan potensi daerah di Indonesia. Pendekatan serupa dinilai relevan untuk mengangkat produk budaya dan kuliner lokal seperti barandai, saluang, calempong, serta makanan tradisional khas daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, ucapan terima kasih disampaikan kepada Prof Asep Gunawan dan tim dari IPB University, serta dukungan dari LPDP, BPI, dan PPAPT. Penghargaan juga diberikan kepada BPTU-HPT Padang Mangatas, BIB Tuah Sakato Payakumbuh, serta Universitas Islam Kuantan Singingi sebgai penyedia ternak model riset. Selain itu, kontribusi dari Nguyen Trong Ngu dan Lam Phuoc Thanh dari Can Tho University College of Agriculture turut menjadi bagian penting dalam kesuksesan kegiatan ini.
Secara keseluruhan, konferensi ini menegaskan bahwa integrasi inovasi digital dan bioteknologi merupakan kunci dalam membangun sistem agri-pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global berbasis potensi lokal.[]







