KUANSING, PRORIAU.COM – Suasana riuh tepian Sungai Kuantan yang dipenuhi ribuan pasang mata seakan terhenti sejenak ketika sebuah insiden mendebarkan terjadi di arena Pacu Jalur Tepian Narosa. Di tengah sorak-sorai penonton dan semangat para pendayung, sebuah jalur raksasa yang melaju kencang nyaris menabrak kerumunan penonton di tepi sungai. Hal tersebut disampaikan Serka Rio kepada awak media, Selasa (26/08/2025).
Di detik genting itu, seorang prajurit TNI Angkatan Laut, Serka Rio, menunjukkan keberanian yang menggetarkan hati. Tanpa ragu, ia mengendalikan boat patroli kecil yang ia naiki, lalu menghadang laju jalur yang kehilangan kendali. Benturan pun tak terelakkan. Boat miliknya ringsek, terhempas oleh tenaga puluhan pendayung yang sedang berpacu, namun keberanian itu menyelamatkan nyawa penonton yang sudah berada dalam jarak berbahaya.
Masyarakat yang semula terhanyut dalam sorak sorai sontak terdiam, lalu pecah dalam tepuk tangan dan seruan haru. Tindakan heroik Serka Rio dianggap sebagai simbol pengorbanan seorang prajurit yang tak hanya menjaga perbatasan laut, tetapi juga hadir untuk melindungi rakyat dalam setiap denyut kehidupan mereka.
“Kalau bukan karena beliau, mungkin sudah banyak korban di tepian. Kami sangat berterima kasih,” ucap seorang penonton dengan suara bergetar, matanya masih menyimpan rasa cemas bercampur kagum.
Meski boat yang ia tunggangi mengalami kerusakan cukup parah, Serka Rio tetap tenang. Dengan sikap rendah hati, ia hanya menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai prajurit TNI AL. “Keselamatan masyarakat lebih penting dari apa pun,” ujarnya singkat sambil tersenyum.
Insiden ini menjadi catatan tersendiri dalam gelaran Pacu Jalur, sebuah tradisi akbar masyarakat Kuantan Singingi yang tidak hanya menyatukan budaya, tapi juga menghadirkan kisah kepahlawanan. Di balik hiruk pikuk perlombaan, tindakan Serka Rio menjadi bukti bahwa semangat pengabdian dan keberanian sejati masih hidup di tengah masyarakat.
Kini, meski boat yang ia korbankan tinggal puing, keberanian Serka Rio tetap akan terpatri di hati penonton sebagai kisah yang akan diceritakan kembali dari tepian Sungai Kuantan—tentang seorang prajurit yang rela mengorbankan segalanya demi menyelamatkan rakyatnya.







