Menu

Mode Gelap
Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB

Nasional

Keberhasil Buruh Dalam Dunia Politik Belum Menonjol, Suhairi: Ada Tiga Faktor Utama

badge-check


					Keberhasil Buruh Dalam Dunia Politik Belum Menonjol, Suhairi: Ada Tiga Faktor Utama Perbesar

Batu Bara.RiauPro.com – Aktivis buruh kabupaten batu bara Suhairi, ungkap kunci utama agar sukses dalam dunia politik. Hal ini  disampaikan saat tampil sebagai narasumber di Podcast KPU Kabupaten Batu Bara yang  menyampaikan 3 faktor utama penyebab buruh di Kabupaten Batu Bara belum sukses di dunia politik.

 

Ketiga faktor tersebut yaitu konsolidasi yang belum matang, terjadinya fragmentasi di tubuh buruh, dan kesadaran yang belum menggelora. Hal ini disampaikan seorang aktivis buruh Kabupaten Batu Bara Suhairi, saat menghadiri undangan sebagai narasumber di podcast KPU Kabupaten Batu Bara pada Selasa, (07/10/2025).

 

Suhairi yang juga seorang advokat menyebutkan bahwa peran buruh terhadap penyelenggaraan Pemilu di Indonesia sangat substansial, mengingat warga negara Indonesia yang berstatus sebagai buruh jumlahnya mencapai 54,77 juta jiwa.

 

” Sayangnya, jumlah yang besar itu belum mampu mengangkat harkat dan martabat pekerja atau buruh di setiap pelaksanaan Pemilu. Calon legislatif yang berasal dari kelas buruh selalu kandas tidak berhasil terpilih,” ucapnya lugas.

 

Masih menurut Suhairi seharusnya, dari besarnya jumlah buruh yang ada di Indonesia, sudah selayaknya mampu mendongkrak suara di setiap penyelenggaraan Pemilu, baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

 

” Bahkan peluangnya sangat besar dan memungkinkan dari antara para kader pekerja dan buruh ada yang terpilih dan dapat duduk sebagai wakil pemimpin di Republik Indonesia yang kita cintai ini,” ujarnya.

 

Karena dalam pandangan saya, mengapa para buruh yang jumlahnya cukup besar di Indonesia sulit bersaing dalam setiap hajatan Pemilu..? Suhairi mencontohkan, di beberapa negara, yang kaum buruhnya justru terpilih sebagai legislator bahkan menjadi kepala pemerintahan.

 

Suhairi mengambil contoh negara Australia di mana Kevin Rudd yang berasal dari pekerja buruh berhasil menduduki kursi Perdana Menteri. Kemudian di Brasil ada Lula Da Silva yang berasal dari pekerja/buruh bahkan sukses menduduki jabatan sebagai Presiden.

 

Selain itu, Lech Walesa di Polandia yang pernah menjabat sebagai Ketua Serikat Buruh di Galangan Kapal juga mampu memenangkan Pilpres di negara tersebut.

 

Untuk itu Suhairi berharap untuk Pemilu kedepannya kaum buruh harus mampu menyelesaikan tiga permasalahan di atas,  sehingga mampu dan dapat berpikir serta layak agar dapat diperhitungkan di Negara Republik Indonesia ini.

 

(T. Sihotang).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

21 April 2026 - 18:38 WIB

Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba

21 April 2026 - 18:17 WIB

Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras

21 April 2026 - 17:59 WIB

Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan

21 April 2026 - 17:22 WIB

Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit

21 April 2026 - 17:05 WIB

Trending di Hukrim