Menu

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Diki Saputra Sebut Ketua IKKS Provinsi Halangi Pembentukan PB IKKS, M. Fikri: “Perkecil Mulut, Isi Otak”

badge-check

Diki Saputra Sebut Ketua IKKS Provinsi Halangi Pembentukan PB IKKS, M. Fikri: “Perkecil Mulut, Isi Otak” Perbesar

PEKANBARU, RIAUPRO.COM — Polemik pembentukan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (PB IKKS) kembali memanas. Pernyataan Diki Saputra yang menyebut Ketua IKKS Provinsi Riau menghalangi pembentukan PB IKKS menuai tanggapan keras dari sejumlah pihak, salah satunya datang dari M. Fikri.

M. Fikri menilai tudingan yang dilontarkan tersebut tidak berdasar dan justru memperkeruh suasana di tengah upaya tokoh-tokoh Kuansing untuk menjaga marwah organisasi paguyuban masyarakat Kuantan Singingi di Provinsi Riau.

“Perkecil mulut, isi otak. Jangan membangun opini seolah Ketua IKKS Provinsi menghalangi pembentukan PB IKKS. Yang dipersoalkan itu bukan pembentukan organisasinya, tetapi proses yang dinilai cacat prosedural,” tegas M. Fikri saat dimintai tanggapan, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya Fikri, Ketua IKKS Provinsi Riau bersama para tokoh Kuansing pada prinsipnya mendukung pembentukan PB IKKS sebagai wadah besar pemersatu masyarakat Kuantan Singingi. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses organisasi harus dilakukan secara benar, terbuka, dan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Ketua IKKS Provinsi bukan tidak menghargai. Ketua IKKS Provinsi Riau dan seluruh tokoh Kuansing sepakat untuk pembentukan PB IKKS. Tapi jangan dipaksakan apabila prosesnya masih cacat prosedural,” ujarnya.

Fikri juga menyoroti pentingnya legalitas dan tahapan administrasi dalam pembentukan organisasi agar ke depan tidak menimbulkan konflik internal maupun persoalan hukum di kemudian hari.

“Kalau prosedurnya tidak jelas, siapa saja yang tergabung, siapa yang menginisiasi, bagaimana mekanisme musyawarahnya, tentu ini menjadi pertanyaan. Organisasi besar tidak bisa dibangun hanya berdasarkan kumpulan beberapa orang lalu mengatasnamakan seluruh masyarakat Kuansing,” tambahnya.

Ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak membangun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat Kuansing di perantauan. Menurutnya, dialog dan pembenahan administrasi jauh lebih penting dibanding saling menyalahkan di ruang publik.

“Kalau memang ingin membentuk PB IKKS yang kuat dan dihormati, maka benahi dulu mekanismenya. Tunda sementara hal-hal yang cacat prosedural, duduk bersama dengan para tokoh, ninik mamak, dan pengurus IKKS yang sah. Jangan sampai organisasi lahir dalam kondisi penuh polemik,” tutupnya.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Tim Dosen UMRI Dampingi Pembelajaran Farmasi Berbasis PjBL-STEAM dan Optimalisasi AI

28 Agu 2026 - 21:44 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Tim Dosen UMRI Dampingi Pembelajaran Farmasi Berbasis PjBL-STEAM dan Optimalisasi AI

Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027-2032, S.Ajie Panatagama Siap Maju

22 Agu 2026 - 20:26 WIB

Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027-2032, S.Ajie Panatagama Siap Maju

Pacu Jalur Dipoles, Pendidikan Dibiarkan Kandas : “Membangun Daerah, Apa Ngejar Popularitas

14 Agu 2026 - 00:18 WIB

Pacu Jalur Dipoles, Pendidikan Dibiarkan Kandas : “Membangun Daerah, Apa Ngejar Popularitas

Peduli Sesama, IKPA Pekanbaru Dampingi IPPERPA Pekanbaru Salurkan Bantuan Hasil Donasi kepada Anggi Pangiano

10 Agu 2026 - 20:26 WIB

Peduli Sesama, IKPA Pekanbaru Dampingi IPPERPA Pekanbaru Salurkan Bantuan Hasil Donasi kepada Anggi Pangiano

Bongkar Korupsi Dana Participating Interest Yang Dikelola PT SPRH, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka

7 Agu 2026 - 09:23 WIB

Bongkar Korupsi Dana Participating Interest Yang Dikelola PT SPRH, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka
Trending di Hukrim