MENGKAPAN, PRORIAU.COM – Jumat pagi di SMPN 03 Sungai Apit terasa berbeda dari biasanya. Suasana yang biasanya diwarnai dengan rutinitas belajar, kali ini tampak lebih semarak dengan hadirnya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mas Kelompok 60. Kehadiran mereka disambut penuh antusias oleh para siswa karena membawa sebuah kegiatan penting yang bertajuk “Waspada Kenakalan Remaja: Hindari Bullying & NAPZA” pada, Jumat 08 Agustus 2025.
Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN Mas terhadap generasi muda, khususnya para pelajar tingkat SMP, yang tengah berada dalam masa pencarian jati diri. Masa remaja seringkali menjadi periode rentan, di mana pergaulan dan lingkungan dapat sangat memengaruhi pola pikir maupun perilaku. Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman sejak dini agar para siswa lebih berhati-hati dalam bersikap dan mampu mengambil keputusan yang bijak.
Materi pertama disampaikan oleh Rusvi Julida Putri. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa memahami apa itu bullying. Rusvi menjelaskan bahwa bullying bukan hanya sebatas kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong, tetapi juga dapat berupa ejekan, pengucilan, maupun tindakan verbal yang menyakiti hati orang lain. Ia menekankan bahwa dampak bullying tidak bisa dianggap remeh karena selain meninggalkan luka secara fisik, perundungan juga dapat menggoreskan luka psikologis yang sulit dihapus.
Tidak berhenti sampai di situ, Rusvi juga memberikan penjelasan mengenai berbagai bentuk pencegahan bullying yang bisa dilakukan siswa. Ia mendorong para pelajar untuk berani berkata tidak terhadap tindakan perundungan, saling mendukung satu sama lain, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Selanjutnya, giliran Arifa Mutia menyampaikan materi terkait NAPZA, singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami, Arifa memaparkan secara rinci pengertian NAPZA, jenis-jenis zat berbahaya tersebut, serta risiko serius yang ditimbulkannya. Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA tidak hanya merusak kesehatan tubuh, tetapi juga berdampak buruk pada mental, emosi, hingga masa depan seseorang. Lebih jauh lagi, Arifa menyinggung konsekuensi hukum yang tegas bagi mereka yang terjerat kasus narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.
Dalam sesi tersebut, Arifa berusaha membuka mata siswa bahwa godaan untuk mencoba NAPZA bisa datang dari berbagai arah, termasuk dari lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, penting bagi setiap remaja untuk membentengi diri dengan pengetahuan, keberanian menolak ajakan, dan kesadaran akan akibat fatal yang ditimbulkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Mas berharap pesan moral yang dibagikan tidak hanya sebatas didengar di dalam ruang kelas, melainkan benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru pada diri siswa SMPN 03 Sungai Apit agar lebih bijak dalam bersosialisasi, menjauhi perilaku perundungan, dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN Mas dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda. Harapannya, setelah kegiatan ini, para siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal pengetahuan serta kesadaran yang kuat. (***)







