KUANSING, PRORIAU.COM – Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) kembali menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh program studi Agroteknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kinali, Kecamatan Kuantan Mudik, yang dihadiri oleh masyarakat, Pada 24 Apil 2025.
Adapun tema yang disampaikan yaitu “PkM Menuju Desa Mandiri melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan 5 T (Pemupukan) Tanaman belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) pada Kelapa Sawit di Desa Kinali.”
Saat ini trend terhadap kelapa sawit tidak diragukan lagi , karena sangat membantu dalam ekonomi masyarakat. Baik yang memiliki kebun yang luas, maupun yang menanam sawit disekitar halaman rumah (lahan marginal). Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan agar masyarakat Desa Kinali memanfaatkan teknologi dan manajemen dalam budidaya tanaman kelapa sawit. Tujuan dari budidaya kelapa sawit adalah produksi buah kelapa sawit dapat diperoleh dengan maksimal.
Untuk meyakinkan masyarakat, maka program studi Agroteknologi (Nara sumber (1), Bapak Wahyudi SP., MP) berkolaborasi dengan PT. Udaya Lohjinawi (Nara sumber (2) Bapak Budi Santoso).
Bapak Wahyudi SP., MP menyampaikan pentingnya memahami kriteria bibit yang berkualitas. Oleh karena itu, bibit yang terseleksi sebaiknya jangan ditanam di lahan sawit masyarakat. Bibit yang tidak berkualitas dapat disebabkan oleh faktor genetik dan dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan.
Bapak Budi Santoso menyampaikan masyarakat jangan menggunakan biji sapuan (abal-abal). Karena tidak terjamin hasil/produksinya. Maka sebaiknya masyakarat menggunakan Varietas Unggul Bersertifikat (VUB) seperti varietas marihat dan topaz serta Damimas. Selain VUB, masyakarakat perlu memahami teknologi dan manajemen pupuk dan pemupukan (5T = tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran) dalam budidaya kelapa sawit.
Salah satu dosen yang turut aktif pada kegiatan PkM ini adalah Bapak Chairil Ezward, yang menyampaikan menanam sawit ini seperti menanam tanaman buah-buahan. Kalau tidak kita yang menikmati hasilnya, insyallah anak dan cucu kita akan menikmati hasilnya. Walau hanya menanam 10 batang sawit, upayakan menggunakan bibit dari VUB dan memahami proses seleksi bibit. Agar hasilnya sesuai harapan dan dapat digunakan untuk keperluan belanja rumah tangga.
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang baik oleh Bapak Kepala Desa serta masyarakat Desa Kinali Masyarakat sangat antusias pada penyampaian materi PkM yang dilaksanakan oleh program studi Agroteknologi.(***)







