PEKANBARU, PRORIAU.COM – Aktivis muda Riau, Fauzan Al Azima, kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap dugaan penyalahgunaan jabatan dalam dunia olahraga tradisional Pacu Jalur. Kali ini, ia menyoroti peran seorang oknum polisi aktif yang menjabat sebagai Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK) dan diduga kerap mengatur serta mensponsori banyak jalur dalam setiap iven pacu jalur, Minggu (27/07/2025).
Fauzan menilai, keberadaan polisi aktif dalam jabatan ketua PBK berpotensi menimbulkan konflik kepentingan terutama istrinya seorang anggota DPRD Kuansing aktif. Ia pun secara tegas meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Provam) Polda Riau untuk turun tangan dan menyelidiki lebih dalam terkait aliran dana dari PBK tersebut.
“Kami minta Provam Polda Riau memeriksa dugaan keterlibatan oknum polisi aktif yang menjabat sebagai Ketua PBK, apalagi sudah menjadi sorotan publik karena diduga mengatur banyak jalur serta terlibat dalam urusan sponsor. Pertanyaan kami singkat saja, apakah boleh seorang polisi aktif dengan gaya hedon menghambur-hambur uang untuk sponsor yang sebegitu banyak, sebenarnya gaji polisi itu berapa sih?,” ungkap Fauzan.
“Yang paling di sayangkan, ketua PBK ini jika tidak sesuai harapannya menjadi sponsor dari aturan yang di buat, dia terkesan memprovokasi jalur-jalur yang di sponsori nya untuk menantang aturan, lihat saja di konten-konten nya. Ini kan aneh, pejabat negara tidak mau tunduk kepada perda, ini budaya yang musti kita rawat bersama-sama, bukan ajang adu gengsi,”tambah Fauzan kesal.
Lebih lanjut, Fauzan menyebutkan bahwa masyarakat butuh jaminan keadilan dalam setiap pelaksanaan iven tradisi tersebut, agar tidak dikotori oleh kepentingan segelintir orang yang memiliki kekuasaan atau jabatan.
“Keterlibatan polisi aktif dalam organisasi di luar tugas pokoknya harus dievaluasi, terlebih bila itu mengarah pada potensi penyalahgunaan kekuasaan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena dugaan permainan di balik pacu jalur,” tambahnya.
Ia juga mengimbau para penegak hukum di lingkungan Polda Riau untuk menjaga integritas dan tidak menutup mata atas isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polda Riau maupun dari oknum yang bersangkutan. Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari aparat untuk mengusut tuntas dan memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.







