Menu

Otomatis
Breaking News

Bisnis

Tensi Timur Tengah Memanas: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus $5.417

badge-check

Tensi Timur Tengah Memanas: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus $5.417 Perbesar

Tensi Timur Tengah Memanas: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus $5.417

RiauPro.com – Pasar keuangan global kembali diguncang ketidakpastian hebat menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada awal Maret 2026. Kondisi ini memicu kepanikan investor yang berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke dalam emas, mendorong harga logam mulia tersebut ke level tertinggi yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Emas Global dan Lokal Kompak Melonjak

Pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/3/2026), harga emas spot internasional terpantau melesat hingga ke level $5.417 per troy ounce. Lonjakan ini merupakan respons langsung terhadap serangan balasan yang terjadi di wilayah strategis Timur Tengah selama akhir pekan lalu.

Dampaknya terasa sangat signifikan di pasar domestik Indonesia. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) mengalami lonjakan drastis sebesar Rp150.000 dalam satu malam, menempatkan harga jual di posisi Rp3.135.000 per gram. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah harga emas di Indonesia melampaui angka psikologis Rp3 juta.

Mengapa Emas Menjadi Primadona?

Para analis ekonomi menyebutkan bahwa fenomena ini dipicu oleh predikat emas sebagai Safe Haven atau aset lindung nilai utama. Saat risiko perang meluas, mata uang konvensional dan pasar saham dianggap terlalu berisiko.

“Pasar saat ini tidak hanya melihat risiko militer, tetapi juga risiko distribusi energi. Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran bisa melambungkan harga minyak, yang berujung pada inflasi global yang tak terkendali. Dalam kondisi seperti ini, emas adalah satu-satunya pegangan investor,” ujar seorang analis senior dari Global Market Research.

Dampak Berantai pada Ekonomi

Selain kenaikan harga emas, konflik ini juga mulai berdampak pada:

* Harga Minyak Mentah: Brent kini diperdagangkan di atas $140 per barel.
* Nilai Tukar: Rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya mengalami tekanan terhadap Dolar AS yang juga menguat sebagai aset aman.
* Biaya Logistik: Risiko keamanan di jalur laut mulai meningkatkan biaya pengiriman barang secara global.

Proyeksi Kedepan

Beberapa lembaga keuangan internasional seperti J.P. Morgan dan Goldman Sachs mulai merevisi target harga emas mereka. Jika de-eskalasi tidak segera terjadi, emas diprediksi mampu menyentuh angka $6.000 per troy ounce sebelum akhir kuartal kedua tahun 2026.

Pemerintah dan otoritas moneter di berbagai negara, termasuk Indonesia, kini tengah memantau ketat situasi ini untuk memitigasi dampak inflasi yang mungkin merembet ke harga kebutuhan pokok masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Serahkan Bantuan untuk Guru, Sekda Meranti: Korban Kebakaran di Rangsang

29 Agu 2026 - 12:36 WIB

Serahkan Bantuan untuk Guru, Sekda Meranti: Korban Kebakaran di Rangsang

Anev Polres Meranti, Karhutla dan Pilkades Jadi Atensi Utama

29 Agu 2026 - 12:30 WIB

Anev Polres Meranti, Karhutla dan Pilkades Jadi Atensi Utama

Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta

29 Agu 2026 - 12:26 WIB

Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta

Oknum Bendahara BUMDes Kota Intan Amanah Ditangkap Polisi, Gelapkan Dana Ratusan Juta dan Tabungan Nasabah

29 Agu 2026 - 12:18 WIB

Oknum Bendahara BUMDes Kota Intan Amanah Ditangkap Polisi, Gelapkan Dana Ratusan Juta dan Tabungan Nasabah

Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif, Polsek Bagan Sinembah Tingkatkan KRYD

29 Agu 2026 - 11:08 WIB

Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif, Polsek Bagan Sinembah Tingkatkan KRYD
Trending di Hukrim