PEKANBARU, PRORIAU.COM — Sekolah Alam Kubang Raya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound” di ruang Saung Lt 2 sekolah tersebut. Kegiatan tersebut digelar Pada tanggal 20 September 2025.
Acara ini bertujuan memperkuat pembelajaran karakter dan kecerdasan emosional anak melalui aktivitas yang melibatkan alam serta interaksi sensorik, sebagai bagian dari pengembangan keterampilan hidup siswa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Pimpinan Sekolah Alam Kubang Raya, Bapak Dimas Pradasumitra, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim PKM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) atas pelaksanaan program ini.

Menurut Bapak Dimas, PKM ini sangat mendukung dan selaras dengan kurikulum yang sudah berjalan di sekolah, terutama dalam aspek pengembangan karakter dan pengalaman belajar berbasis alam.
Sebagai narasumber utama tampil Ibu Ajeng Safitri, M.Psi., Psikolog, yang memberikan materi mengenai pentingnya interaksi dengan alam dan penggunaan stimulasi sensorik serta aktivitas outbound berdampak tinggi (high impact) dalam pengembangan kecerdasan emosional dan keterampilan hidup.
Materi disampaikan dengan kombinasi teori dan praktik, termasuk sesi eksperiensial di taman sensori dan outbound yang dirancang menantang tetapi aman bagi para siswa.
Tim pelaksana PKM terdiri dari Ibu Neng Sholihat, M.Pd, Ibu Ajeng Safitri, M.Psi., Psikolog, Dr. Berry Kurnia Vilmala, M.Pd, serta dua orang mahasiswa dari program Studi Pendidikan IPA FKIP UMRI. Mereka bekerja sama merancang rangkaian kegiatan yang meliputi:
Penyediaan dan pengaturan taman sensori: area dengan berbagai media sensorik yang menstimulasi panca indera anak (sentuhan, bau, suara, ruang, visual).
High impact outbound games: aktivitas fisik yang memicu tantangan (melibatkan keberanian, kerjasama, pengambilan keputusan, dan ketahanan mental) namun tetap dengan standar keamanan tinggi.
Refleksi emosional dan diskusi: siswa diminta berbagi pengalaman (apa yang mereka rasakan, tantangan yang ditemui, bagaimana mengatasi ketakutan, dll) untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan pemahaman diri.
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:
Peningkatan keterampilan hidup seperti kerja sama, tanggung jawab, pengambilan keputusan, kemandirian, serta ketahanan mental.
Pengembangan kecerdasan emosional: pengelolaan emosi, empati, kepercayaan diri, pengenalan terhadap emosi sendiri dan orang lain.
Pemahaman dan cinta terhadap alam sebagai lingkungan belajar yang bermanfaat tak hanya untuk fisik tetapi juga mental dan emosional.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan PKM ditutup dengan harapan agar taman sensori dan outbound ini tidak hanya menjadi program sekali saja, tetapi dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kegiatan rutin sekolah.
Ke depan, sekolah dan tim PKM akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan aspek-aspek teknis dan safety dari outbound, serta memperkaya profil taman sensori agar semakin efektif sebagai media belajar dan pengembangan karakter anak.(***)







