Menu

Mode Gelap
Hadirkan Duta Anti Narkoba, Kapolda dan Sekda Riau serta Danrem 031/WB Gelar Cooling System Prihatin!! Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Reskrim Polsek Pujud Tangkap Pasutri FGD dan Cooling System Cegah Narkoba serta Hoaks, Kapolsek Bagan Sinembah Gandeng Tokoh Masyarakat Arus Lalu Lintas Lancar dan Kondusif, Polsek Bagan Sinembah Laksanakan Strong Point Pagi Sebelum Helatan Mubes IPPERPA 2026 Digelar, Ketua Panitia M. Navis Sowan Ke Kediaman Ketua IKPA Pekanbaru Cooling System di Kediaman Ulama Panipahan, Dir Polairud, Wadir Binmas Polda Riau Kunjungi Polres Rohil

Kuansing

Tukang Tari Pacu Jalur Viral Lewat Tren “Aura Farming”, Momentum Mengangkat Kembali Sisi Unik Pacu Jalur

badge-check


					Tukang Tari Pacu Jalur Viral Lewat Tren “Aura Farming”, Momentum Mengangkat Kembali Sisi Unik Pacu Jalur Perbesar

OPONI – Pacu Jalur kini semakin viral dan menjadi sorotan dunia. Ratusan akun TikTok, Instagram, dan Facebook berseliweran memposting momen Pacu Jalur melalui tren yang dikenal dengan nama “Aura Farming”. Sebagian besar konten tersebut menampilkan beragam gerakan khas Tukang Tari, salah satu elemen paling penting dalam tradisi Pacu Jalur.

Gerakan energik dan penuh kharisma dari Tukang Tari benar-benar menghipnotis penonton global. Warganet dari berbagai negara seperti Amerika, India, Kolombia, Turki, Inggris, dan Prancis turut serta mempopulerkan tren ini. Bahkan, akun TikTok resmi klub sepak bola PSG asal Prancis—yang juga merupakan Juara Liga Champions 2025—turut memposting video tren Aura Farming, dan meraih jutaan tayangan.

Beberapa tahun yang lalu, kita juga sempat merasa bangga saat Tukang Tari Rajo Bujang tampil di televisi nasional. Momen tersebut membuktikan bahwa keunikan Tukang Tari adalah daya tarik utama dari Pacu Jalur di mata dunia.

Namun, di balik viralnya fenomena ini, ada hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena “terjunnya” si Tukang Tari dari jalur saat berpacu menjadi hal yang dianggap wajar, dengan berbagai alasan seperti:

“Jalur kini kenek-kenek.”

“Pacu jalur sekarang lebih ke olahraga, bukan budaya.”

“Kami ingin menang, bukan sekadar mempertontonkan Tukang Tari.”

Alasan-alasan seperti ini sering muncul saat pentingnya keberadaan Tukang Tari dipertanyakan. Padahal, pandangan semacam itu justru mencerminkan mulai terkikisnya nilai budaya dari Pacu Jalur sebagai olahraga tradisional yang telah hidup ratusan tahun di Kabupaten Kuantan Singingi.

Perlu kita ingat bahwa Pacu Jalur bukan sekadar kompetisi, tapi identitas budaya masyarakat Kuansing. Dan Tukang Tari adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi tersebut.

Viralnya Pacu Jalur melalui keberadaan Tukang Tari seharusnya menjadi momentum penting bagi Dinas Pariwisata dan Panitia Event Pacu Jalur Nasional 2025 di Tepian Narosa untuk memberi perhatian khusus. Tukang Tari dapat dikemas sebagai nilai jual utama dalam menarik wisatawan—baik lokal maupun mancanegara—yang tentu berdampak positif terhadap industri perhotelan, kuliner, dan UMKM di Kuantan Singingi.

Dinas Pariwisata dan panitia sudah selayaknya menetapkan aturan bahwa setiap jalur yang berpartisipasi harus memiliki Tukang Tari dari start hingga finish.

Selain itu, panitia perlu merumuskan strategi untuk meminimalkan terjunnya Tukang Tari saat jalur berpacu, atau bahkan memastikan semua jalur bisa finish dengan Tukang Tarnya tetap di atas. Sanksi bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat aturan ini.

Dalam 10 tahun terakhir, hanya ada tiga jalur yang berhasil menjadi juara di Tepian Narosa dengan Tukang Tarnya tetap bertahan hingga garis finish, yaitu:

Tuah Kalajengking Muda Indragiri (2015),

Tuah Keramat Sialang Soko (2022),

dan Tuah Keramat Bukit Embun (2023).

Ketiganya berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu, bukan dari Kuantan Singingi—tempat asli kelahiran dan tumbuhnya tradisi Pacu Jalur. (Zulhadi Kumfai)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Program “Green Policing” Kapolda Riau, Bhabinkamtibmas Sungai Langsat Bagikan dan Tanam Puluhan Pohon di SDN 019

13 April 2026 - 08:51 WIB

Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi

6 April 2026 - 17:56 WIB

Pesona Alam Kuantan Singingi yang Memukau Wisatawan

6 April 2026 - 00:05 WIB

Menyusuri Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya Kuantan Singingi

4 April 2026 - 22:01 WIB

Menggugah Selera dengan Kuliner Khas Kuantan Singingi

4 April 2026 - 21:55 WIB

Trending di Kuansing