Menu

Otomatis
Breaking News

Kuansing

Wujud Cinta NKRI, A. Mualif Mahasiswa Program Doktor PAI UIN Suska Riau Luncurkan Tiga Buku di HUT RI ke-81 Menuju Indonesia Emas 2045

badge-check

Wujud Cinta NKRI, A. Mualif Mahasiswa Program Doktor PAI UIN Suska Riau Luncurkan Tiga Buku di HUT RI ke-81 Menuju Indonesia Emas 2045 Perbesar

KUANSING, RIAUPRO.COM — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai secara berbeda oleh A. Mualif, S.Pd.I., MA., C.MTr., C.PS. Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau tersebut meluncurkan tiga karya buku yang mengangkat isu pesantren, pendidikan Islam, generasi, serta tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.

Peluncuran tiga buku tersebut dilakukan pada Senin, 17 Agustus 2026, sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan literasi.

A. Mualif dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam dunia pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta dakwah Islamiyah. Aktivitas akademik dan dakwahnya juga banyak dilakukan di wilayah transmigrasi yang merupakan bagian dari program pembangunan pada masa pemerintahan Presiden H.M. Soeharto.

Langkah tersebut mendapat apresiasi positif dari Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin. Menurutnya, karya-karya tersebut memiliki korelasi dengan visi pembangunan Indonesia Emas 2045 yang digagas Kementerian PPN/Bappenas dan diresmikan pada 9 Mei 2019.

Selain itu, gagasan yang dituangkan dalam buku-buku tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden H. Prabowo Subianto, khususnya dalam hal pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan kepemimpinan global, serta penguasaan teknologi.

Momentum Agustus 2026 kemudian dijadikan A. Mualif sebagai kesempatan untuk memberikan hadiah kepada bangsa melalui karya intelektual.

“Ini adalah wujud cinta dan kontribusi nyata sebagai anak bangsa di momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81. Harapannya, Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur sebagaimana tema kemerdekaan dapat menjadi kenyataan, baik saat ini maupun di masa mendatang,” demikian gagasan yang disampaikan dalam momentum peluncuran tersebut.

Berangkat dari visi pembangunan SDM, kepemimpinan, dan teknologi, A. Mualif kemudian mengaitkannya dengan berbagai isu kekinian, khususnya dunia Islam dan lembaga-lembaga keislaman. Menurutnya, kedua aspek tersebut merupakan modal penting dalam membangun kemajuan bangsa.

Salah satu perhatian utama diarahkan kepada dunia pesantren. Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam perjalanan sejarah Indonesia, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam pembentukan moral, karakter, dan kehidupan sosial masyarakat.

Dari pemikiran tersebut lahirlah tiga buku yang masing-masing memiliki fokus kajian berbeda.

1. Pesantren Tradisional Menjawab Tantangan Zaman

Buku pertama berjudul Pesantren Tradisional Menjawab Tantangan Zaman. Buku setebal 128 halaman ini membahas strategi mempertahankan identitas pesantren, mendorong inovasi, serta membangun peradaban Islam di tengah arus globalisasi menuju Indonesia Emas 2045.

Buku tersebut memiliki ISBN 978-634-308-363-4 dan ditulis bersama Dr. Ikrima Mailani, S.Pd.I., M.Pd.I., Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS).

2. Pesantren Modern dan Keislaman Perkotaan

Buku kedua berjudul Pesantren Modern dan Keislaman Perkotaan. Buku setebal 183 halaman tersebut fokus pada transformasi pendidikan Islam serta kontribusinya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Buku ini memiliki ISBN 978-634-252-388-9 dan ditulis bersama H. M. Amal Fathullah, Lc., MA., Anggota DPRD Provinsi Riau.

3. Pesantren di Persimpangan Zaman

Sementara itu, buku ketiga berjudul Pesantren di Persimpangan Zaman. Dengan ketebalan 336 halaman, buku ini mengangkat kajian mengenai marwah, tradisi, serta tuntutan perlindungan generasi di tengah perubahan zaman.

Buku tersebut dirampungkan bersama Dr. Basori, S.Pd.I., M.Pd. dan Sopiatun Nahwiyah, S.Pd.I., MA. Saat ini, buku ketiga tersebut masih dalam proses pengurusan ISBN.

Melalui tiga karya tersebut, A. Mualif berharap gagasan mengenai pesantren dan pendidikan Islam tidak hanya menjadi bahan diskusi akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Di akhir kegiatan, A. Mualif selaku penulis utama menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses lahirnya ketiga karya tersebut.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Suska Riau; Dr. Djeprin E. Hulawa, M.Ag. dan Dr. Hj. Yuliharti, M.Ag., Ketua dan Sekretaris Program Studi PAI S3 UIN Suska Riau; Plt. Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlisin dan Hj. Nurhidayah Muniroh; serta Prof. Dr. Zulfan Sa’am, MS. dan Asrizal, S.Sos., M.Si., Ketua dan Bendahara Yayasan Perguruan Tinggi Islam Kuantan Singingi (YPTIKS).

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim editor, yakni Dr. H. Alzekrillah Syaf, MH., Elia, S.Pd.I., M.Pd.I., Umi Muallimah, dan Sinta Agustina, serta penerbit PT Mafy Media Literasi Indonesia dan PT Insan Cendekia Mandiri Group.

“Semoga relasi dan kolaborasi untuk mengukir prestasi senantiasa terjaga, memberikan dampak nyata, bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi amal jariyah. Amin ya Rabbal ‘alamin,” ujar A. Mualif.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Tim Dosen UMRI Dampingi Pembelajaran Farmasi Berbasis PjBL-STEAM dan Optimalisasi AI

28 Agu 2026 - 21:44 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Tim Dosen UMRI Dampingi Pembelajaran Farmasi Berbasis PjBL-STEAM dan Optimalisasi AI

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Polsek Pangean Bagikan 200 Masker Gratis di Pasar dan Sekolah

26 Agu 2026 - 11:15 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Polsek Pangean Bagikan 200 Masker Gratis di Pasar dan Sekolah

Anak Pacu Terluka, Rajo Bujang Tagih Keadilan: Panitia Tegas, ‘Tak Ada Anak Tiri dan Anak Kandung!’

23 Agu 2026 - 19:41 WIB

Anak Pacu Terluka, Rajo Bujang Tagih Keadilan: Panitia Tegas, ‘Tak Ada Anak Tiri dan Anak Kandung!’

Rajo Bujang Menang, Anak Pacu Luka di Kepala Usai Kericuhan dengan Keramat Jubah Merah

22 Agu 2026 - 22:02 WIB

Rajo Bujang Menang, Anak Pacu Luka di Kepala Usai Kericuhan dengan Keramat Jubah Merah

Mediasi Pengurus Jalur Suluh Dendang dan Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Berakhir Damai

22 Agu 2026 - 13:09 WIB

Mediasi Pengurus Jalur Suluh Dendang dan Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Berakhir Damai
Trending di Kuansing