Menu

Mode Gelap
Bikin Nelayan Meradang! Pembakaran Jaring Ikan di Panipahan Terungkap, Satu Orang Terduga Pelaku Diamankan Polsek Cerenti Ungkap Kasus Narkotika, Malam Tangkap Pelaku, Siang Tertibkan PETI Cegah Narkoba Lewat Olahraga, Aipda Mariono Gelar Turnamen Voli Bhabinkamtibmas Cup 1 di Sungai Langsat Penyalahgunaan Narkotika di Panipahan, Polisi Amankan Terduga Pelaku Luar Biasa! Pemkab Meranti Borong 4 Penghargaan dari Kemenkeu Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak

Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah

badge-check


					Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah Perbesar

PEKANBARU,PRORIAU.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal di dunia digital, Mahasiswa universitas muhammadiyah Riau menggelar sosialisasi literasi digital bertajuk “#BijakBersosmed” di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti asuhan dengan antusiasme tinggi. Kegiatan tersebut di gelar pada 28 November 2025, lalu.

Acara yang dipusatkan di Aula Panti Asuhan ini. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi medan utama penyebaran narasi intoleransi yang sering kali menyasar remaja.

“Radikalisme tidak lagi hanya datang lewat tatap muka, tetapi menyusup melalui algoritma media sosial. Oleh karena itu, santriwati harus memiliki filter mental agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang memecah belah,” ujar putri, dalam sesi materi.

Selain diberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, para peserta juga dibekali tips praktis dalam menggunakan media sosial secara sehat, seperti:

1. Saring Sebelum Sharing: Melakukan verifikasi data (tabayyun) terhadap setiap informasi yang diterima.
2. Etika Digital: Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomentar sesuai nilai-nilai Islam.
3. Identifikasi Konten: Mengenali ciri-ciri akun atau konten yang menyebarkan kebencian (hate speech).

Kepala Panti Asuhan Putri Aisyiyah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital adalah bekal wajib bagi santriwati agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan dakwah yang menyejukkan.

“Kami ingin anak anak kami tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga cerdas digital. Dengan tagar #BijakBersosmed,kita berharap mereka menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah maupun pergaulan digitalnya,” ungkap beliau.

Acara ditutup dengan deklarasi bersama para anak anak panti yang berkomitmen untuk menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran energi positif dan menolak segala bentuk konten kekerasan maupun hoaks.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak

29 April 2026 - 20:44 WIB

Kabel Sembraut Merusak Pandangan Di Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru Diharap Menertibkan Untuk Keindahan Kota

27 April 2026 - 15:57 WIB

Berjalan Sukses, Sabri Alanurin Unggul 3 Suara Atas Afril Rian Arianda Dalam Mubes IPPERPA 2026

26 April 2026 - 15:48 WIB

Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

18 April 2026 - 14:30 WIB

PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:59 WIB

Trending di Nasional