Menu

Mode Gelap
IAIR Kampus Pertama di Rohil Launching Program Pascasarjana (S2) Kadisdik Kepulauan Meranti Diduga Main Proyek, Mark Up dan Sewenang-wenang Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 65 Personel, Kapolres Rohil Dorong Tingkatkan Profesionalisme Kick Off H Bistamam, Tanda Dimulai Pertandingan Sepak Bola Piala Bupati Cup Rohil Rayon ll Kunjungi Kediaman Tokoh Masyarakat di Bagan Manunggal, Bukti Kedekatan Bupati Rohil dengan Warga Kuasa Hukum Dr. Selamat Widodo, Arif Rahman Hakim S.E. Laporkan Pencurian dan Penadahan Sawit

Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah

badge-check


					Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah Perbesar

PEKANBARU,PRORIAU.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal di dunia digital, Mahasiswa universitas muhammadiyah Riau menggelar sosialisasi literasi digital bertajuk “#BijakBersosmed” di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti asuhan dengan antusiasme tinggi. Kegiatan tersebut di gelar pada 28 November 2025, lalu.

Acara yang dipusatkan di Aula Panti Asuhan ini. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi medan utama penyebaran narasi intoleransi yang sering kali menyasar remaja.

“Radikalisme tidak lagi hanya datang lewat tatap muka, tetapi menyusup melalui algoritma media sosial. Oleh karena itu, santriwati harus memiliki filter mental agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang memecah belah,” ujar putri, dalam sesi materi.

Selain diberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, para peserta juga dibekali tips praktis dalam menggunakan media sosial secara sehat, seperti:

1. Saring Sebelum Sharing: Melakukan verifikasi data (tabayyun) terhadap setiap informasi yang diterima.
2. Etika Digital: Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomentar sesuai nilai-nilai Islam.
3. Identifikasi Konten: Mengenali ciri-ciri akun atau konten yang menyebarkan kebencian (hate speech).

Kepala Panti Asuhan Putri Aisyiyah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital adalah bekal wajib bagi santriwati agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan dakwah yang menyejukkan.

“Kami ingin anak anak kami tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga cerdas digital. Dengan tagar #BijakBersosmed,kita berharap mereka menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah maupun pergaulan digitalnya,” ungkap beliau.

Acara ditutup dengan deklarasi bersama para anak anak panti yang berkomitmen untuk menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran energi positif dan menolak segala bentuk konten kekerasan maupun hoaks.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buntut Ketidakjelasan Penanganan Kasus Kekerasan Saat Demo DPRD Riau, IMM dan Mahasiswa UMRI Geruduk Polda Riau

3 Juli 2026 - 17:21 WIB

Dedikasi Tanpa Batas, Aipda Mariono Terima Penghargaan Bhabinkamtibmas Teladan Polda Riau 2026

2 Juli 2026 - 12:36 WIB

Kecam Tindakan Represif Aparat Terhadap Kader IMM: DPD IMM Riau Tuntut Copot Kapolda Riau dan Tindak Tegas Oknum Pelaku

22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil

10 Juni 2026 - 10:51 WIB

Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh

9 Juni 2026 - 22:24 WIB

Trending di Pekanbaru