Menu

Mode Gelap
Gencarkan “Police Goes To School”, Polres Kepulauan Meranti Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Polres Meranti Sasar Hiburan Malam, Operasi Antik 2026 Cegah Peredaran Narkoba Respon Cepat Kapolres Rohil, Ketua DPRD Apresiasi Pemulihan Situasi Kamtibmas Pasca Unras Tinjau 30 Hektare Lahan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Ketahanan Pangan Ungkap Kasus Sabu Seberat 12,22 Gram, Unit Reskrim Amankan Satu orang Pelaku dari Pondok Kebun Sawit Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB

Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah

badge-check


					Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah Perbesar

PEKANBARU,PRORIAU.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal di dunia digital, Mahasiswa universitas muhammadiyah Riau menggelar sosialisasi literasi digital bertajuk “#BijakBersosmed” di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti asuhan dengan antusiasme tinggi. Kegiatan tersebut di gelar pada 28 November 2025, lalu.

Acara yang dipusatkan di Aula Panti Asuhan ini. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi medan utama penyebaran narasi intoleransi yang sering kali menyasar remaja.

“Radikalisme tidak lagi hanya datang lewat tatap muka, tetapi menyusup melalui algoritma media sosial. Oleh karena itu, santriwati harus memiliki filter mental agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang memecah belah,” ujar putri, dalam sesi materi.

Selain diberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, para peserta juga dibekali tips praktis dalam menggunakan media sosial secara sehat, seperti:

1. Saring Sebelum Sharing: Melakukan verifikasi data (tabayyun) terhadap setiap informasi yang diterima.
2. Etika Digital: Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomentar sesuai nilai-nilai Islam.
3. Identifikasi Konten: Mengenali ciri-ciri akun atau konten yang menyebarkan kebencian (hate speech).

Kepala Panti Asuhan Putri Aisyiyah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital adalah bekal wajib bagi santriwati agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan dakwah yang menyejukkan.

“Kami ingin anak anak kami tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga cerdas digital. Dengan tagar #BijakBersosmed,kita berharap mereka menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah maupun pergaulan digitalnya,” ungkap beliau.

Acara ditutup dengan deklarasi bersama para anak anak panti yang berkomitmen untuk menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran energi positif dan menolak segala bentuk konten kekerasan maupun hoaks.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

18 April 2026 - 14:30 WIB

PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:59 WIB

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:38 WIB

Sebelum Helatan Mubes IPPERPA 2026 Digelar, Ketua Panitia M. Navis Sowan Ke Kediaman Ketua IKPA Pekanbaru

16 April 2026 - 08:51 WIB

Ketika Strategi Tak Cukup: Pentingnya Komunikasi dalam Dunia Tenis Meja

14 April 2026 - 13:12 WIB

Trending di Pekanbaru