PEKANBARU,PRORIAU.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal di dunia digital, Mahasiswa universitas muhammadiyah Riau menggelar sosialisasi literasi digital bertajuk “#BijakBersosmed” di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti asuhan dengan antusiasme tinggi. Kegiatan tersebut di gelar pada 28 November 2025, lalu.
Acara yang dipusatkan di Aula Panti Asuhan ini. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi medan utama penyebaran narasi intoleransi yang sering kali menyasar remaja.
“Radikalisme tidak lagi hanya datang lewat tatap muka, tetapi menyusup melalui algoritma media sosial. Oleh karena itu, santriwati harus memiliki filter mental agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang memecah belah,” ujar putri, dalam sesi materi.
Selain diberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, para peserta juga dibekali tips praktis dalam menggunakan media sosial secara sehat, seperti:
1. Saring Sebelum Sharing: Melakukan verifikasi data (tabayyun) terhadap setiap informasi yang diterima.
2. Etika Digital: Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomentar sesuai nilai-nilai Islam.
3. Identifikasi Konten: Mengenali ciri-ciri akun atau konten yang menyebarkan kebencian (hate speech).
Kepala Panti Asuhan Putri Aisyiyah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital adalah bekal wajib bagi santriwati agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan dakwah yang menyejukkan.
“Kami ingin anak anak kami tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga cerdas digital. Dengan tagar #BijakBersosmed,kita berharap mereka menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah maupun pergaulan digitalnya,” ungkap beliau.
Acara ditutup dengan deklarasi bersama para anak anak panti yang berkomitmen untuk menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran energi positif dan menolak segala bentuk konten kekerasan maupun hoaks.[]







