Menu

Mode Gelap
Bikin Nelayan Meradang! Pembakaran Jaring Ikan di Panipahan Terungkap, Satu Orang Terduga Pelaku Diamankan Polsek Cerenti Ungkap Kasus Narkotika, Malam Tangkap Pelaku, Siang Tertibkan PETI Cegah Narkoba Lewat Olahraga, Aipda Mariono Gelar Turnamen Voli Bhabinkamtibmas Cup 1 di Sungai Langsat Penyalahgunaan Narkotika di Panipahan, Polisi Amankan Terduga Pelaku Luar Biasa! Pemkab Meranti Borong 4 Penghargaan dari Kemenkeu Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak

Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Gelar sosialisasi Edukatif Bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun

badge-check


					Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Gelar sosialisasi Edukatif Bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun Perbesar

PEKANBARU, PRORIAU.COM – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda melalui cara bertutur kata yang baik, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun.

Kegiatan yang berlangsung siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Bahasa Indonesia, pada Sabtu , 13 Desember 2025.

Acara yang dipusatkan di ruang utama panti asuhan ini menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari pola pikir seseorang. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa penggunaan bahasa yang negatif atau kasar sering kali menjadi awal dari pola pikir yang tidak sehat.

“Bahasa adalah cermin kepribadian. Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata yang baik dan santun, maka pola pikir kita pun akan menjadi lebih tertata dan positif. Sebaliknya, kata-kata yang buruk hanya akan memicu konflik dan kekacauan berpikir,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam sesi materi.

Selain diberikan pemahaman mengenai kaitan antara bahasa dan logika berpikir, para peserta juga dibekali tips praktis dalam berbahasa yang bijak, seperti:
Pikir Sebelum Bicara: Mempertimbangkan manfaat dan dampak dari setiap perkataan sebelum diucapkan atau ditulis.
Kekuatan Kata: Memilih diksi (pilihan kata) yang membangun dan menyemangati, bukan yang menjatuhkan atau menghina.
Etika Komunikasi: Menerapkan tata krama berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua.

Pengurus Panti Asuhan Bhakti Mufarridun menyambut baik inisiatif dari mahasiswa UMRI ini. Menurutnya, pemahaman tentang etika berbahasa sangat penting sebagai bekal karakter bagi anak-anak panti dalam pergaulan sehari-hari maupun di sekolah.

“Kami ingin anak-anak kami tidak hanya mampu berkomunikasi secara lisan, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir melalui bahasa yang mereka gunakan. Dengan prinsip bijak berbahasa, kita berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun dan dihormati di lingkungan manapun,” ungkap pengurus panti.

Acara ditutup dengan sesi simulasi berbicara santun dan deklarasi bersama para anak panti yang berkomitmen untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia secara bijak sebagai langkah awal menjadi generasi yang cerdas dalam berpikir dan bertindak.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan, Pedagang Sate Gasak Rp70 Ribu Dua Porsi Saat Pelantikan Pengurus PAN Serentak

29 April 2026 - 20:44 WIB

Kabel Sembraut Merusak Pandangan Di Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru Diharap Menertibkan Untuk Keindahan Kota

27 April 2026 - 15:57 WIB

Berjalan Sukses, Sabri Alanurin Unggul 3 Suara Atas Afril Rian Arianda Dalam Mubes IPPERPA 2026

26 April 2026 - 15:48 WIB

Redaksi dan Seluruh Staff RiauPro.com Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

18 April 2026 - 14:30 WIB

PWI Kehilangan Figur Strategis, Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

18 April 2026 - 13:59 WIB

Trending di Nasional