PEKANBARU, PRORIAU.COM – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda melalui cara bertutur kata yang baik, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun.
Kegiatan yang berlangsung siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Bahasa Indonesia, pada Sabtu , 13 Desember 2025.
Acara yang dipusatkan di ruang utama panti asuhan ini menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari pola pikir seseorang. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa penggunaan bahasa yang negatif atau kasar sering kali menjadi awal dari pola pikir yang tidak sehat.
“Bahasa adalah cermin kepribadian. Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata yang baik dan santun, maka pola pikir kita pun akan menjadi lebih tertata dan positif. Sebaliknya, kata-kata yang buruk hanya akan memicu konflik dan kekacauan berpikir,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam sesi materi.
Selain diberikan pemahaman mengenai kaitan antara bahasa dan logika berpikir, para peserta juga dibekali tips praktis dalam berbahasa yang bijak, seperti:
Pikir Sebelum Bicara: Mempertimbangkan manfaat dan dampak dari setiap perkataan sebelum diucapkan atau ditulis.
Kekuatan Kata: Memilih diksi (pilihan kata) yang membangun dan menyemangati, bukan yang menjatuhkan atau menghina.
Etika Komunikasi: Menerapkan tata krama berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua.
Pengurus Panti Asuhan Bhakti Mufarridun menyambut baik inisiatif dari mahasiswa UMRI ini. Menurutnya, pemahaman tentang etika berbahasa sangat penting sebagai bekal karakter bagi anak-anak panti dalam pergaulan sehari-hari maupun di sekolah.
“Kami ingin anak-anak kami tidak hanya mampu berkomunikasi secara lisan, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir melalui bahasa yang mereka gunakan. Dengan prinsip bijak berbahasa, kita berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun dan dihormati di lingkungan manapun,” ungkap pengurus panti.
Acara ditutup dengan sesi simulasi berbicara santun dan deklarasi bersama para anak panti yang berkomitmen untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia secara bijak sebagai langkah awal menjadi generasi yang cerdas dalam berpikir dan bertindak.[]







