Menu

Mode Gelap
Benahi Infrastruktur Digital, Pemkab Rohul Koordinasi Ke Dirjen Komdigi Pusat Antisipasi Kemacetan dan Lakalantas, Polsek Bagan Sinembah Atur Lalin di Jalan Jenderal Sudirman Sebar Himbauan Penting, Bhabinkamtibmas Polsek Bangan Sinembah Laksanakan Sambang Warga Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Kapolri Perkuat Layanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan Tinjau Jalan Lintas Menggala Jhonson – Pujud, Wabup Rohil Desak PUPR Provinsi Segera Bertindak Pagu Anggaran 2026, Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas

Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Gelar sosialisasi Edukatif Bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun

badge-check


					Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Gelar sosialisasi Edukatif Bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun Perbesar

PEKANBARU, PRORIAU.COM – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda melalui cara bertutur kata yang baik, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Bijak Berbahasa, Bijak Berpikir” di Panti Asuhan Bhakti Mufarridun.

Kegiatan yang berlangsung siang ini diikuti oleh puluhan anak-anak panti dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Bahasa Indonesia, pada Sabtu , 13 Desember 2025.

Acara yang dipusatkan di ruang utama panti asuhan ini menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari pola pikir seseorang. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa penggunaan bahasa yang negatif atau kasar sering kali menjadi awal dari pola pikir yang tidak sehat.

“Bahasa adalah cermin kepribadian. Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata yang baik dan santun, maka pola pikir kita pun akan menjadi lebih tertata dan positif. Sebaliknya, kata-kata yang buruk hanya akan memicu konflik dan kekacauan berpikir,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam sesi materi.

Selain diberikan pemahaman mengenai kaitan antara bahasa dan logika berpikir, para peserta juga dibekali tips praktis dalam berbahasa yang bijak, seperti:
Pikir Sebelum Bicara: Mempertimbangkan manfaat dan dampak dari setiap perkataan sebelum diucapkan atau ditulis.
Kekuatan Kata: Memilih diksi (pilihan kata) yang membangun dan menyemangati, bukan yang menjatuhkan atau menghina.
Etika Komunikasi: Menerapkan tata krama berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua.

Pengurus Panti Asuhan Bhakti Mufarridun menyambut baik inisiatif dari mahasiswa UMRI ini. Menurutnya, pemahaman tentang etika berbahasa sangat penting sebagai bekal karakter bagi anak-anak panti dalam pergaulan sehari-hari maupun di sekolah.

“Kami ingin anak-anak kami tidak hanya mampu berkomunikasi secara lisan, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir melalui bahasa yang mereka gunakan. Dengan prinsip bijak berbahasa, kita berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun dan dihormati di lingkungan manapun,” ungkap pengurus panti.

Acara ditutup dengan sesi simulasi berbicara santun dan deklarasi bersama para anak panti yang berkomitmen untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia secara bijak sebagai langkah awal menjadi generasi yang cerdas dalam berpikir dan bertindak.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diam-diam Bergerak, IPMAKUSI-Pekanbaru Buka Rekrutmen Panitia MUBES: Ada Apa di Balik Agenda Besar Ini?

16 Januari 2026 - 02:17 WIB

Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Sosialisasi Anti Radikalisme

11 Januari 2026 - 18:36 WIB

Sekum IPMAKUSI–Pekanbaru Deki Irwan, ST Sebut, Mubes Akan Digelar Bulan Februari 2026

10 Januari 2026 - 20:27 WIB

Awal Tahun 2026 Intensitas Curah Hujan Tinggi, Masyarakat Provinsi Riau Wajib Siap Siaga

2 Januari 2026 - 16:06 WIB

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Gelar Sosialisasi Membentengi Paham Radikalisme di Panti Asuhan Putri Aisyah

30 Desember 2025 - 17:22 WIB

Trending di Pekanbaru