Batubara, Riau Pro.com – Sejumlah warga dan pengguna jalan di Kabupaten Batu Bara mengeluhkan pelaksanaan proyek tambal sulam di ruas jalan Air Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh menuju Lima Puluh yang dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keluhan tersebut muncul lantaran proses pengupasan aspal yang di lakukan pelaksana proyek dibiarkan terbuka tanpa tindakan lanjutan berupa penambalan. Terlebih minimnya rambu yang dipasang dibeberapa titik memperparah situasi pada Jumat, (26/09/2025).
Sementara volume kenderaan yang melintas setiap hari, baik kenderaan roda dua, tiga maupun roda empat, membuat kondisi jalan yang rusak dan terbuka menjadi ancaman serius terutama pada malam hari dan penerangan minim.
Pantauan disejumlah titik ruas jalan tepatnya di sekitaran Desa Air Hitam Kecamatan Datuk Lima Puluh menuju Kecamatan Lima Puluh terlihat dalam kondisi berlubang akibat proyek perbaikan yang di lakukan pihak terkait yang belum selesai.
Beberapa orang pekerja tampak sedang membawa satu unit mobil pick up dengan satu unit alat untuk melakukan pengupasan permukaan aspal yang akan ditambal sulam.
Sementara salah seorang warga berinisial IS (42) mengaku kurang merasa nyaman saat melintas di jalan yang baru saja di lakukan pengupasan permukaan aspal, akibat kerap kali terjebak hingga nyaris kecelakaan.
Saat mengendarai sepeda motor, sering kali terjebak di lubang-lubang bekas kupasan proyek tambal sulam dengan kedalaman yang bervariasi, dibiarkan tetap terbuka dan cukup membahayakan pengendara atau pengguna jalan, dan hingga saat ini belum juga di tambal, cetusnya.
Menurutnya, lubang-lubang itu cukup dalam dan lebar sehingga sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor, kalau siang mungkin masih kelihatan, tapi kalau malam mengancam keselamatan.
(T. Sihotang)







