Menu

Mode Gelap
BREAKING: Satreskrim Polres Rokan Hilir Bekuk Dua Pelaku Curat, Diduga Spesialis Gasak Rumah Kosong Demi Swasembada Pangan, Polsek Bagan Sinembah Nonstop Awasi Pertumbuhan Jagung Pipil Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Lahan Padi Gogo di Desa Petai Baru Macet Hilang, Warga Senang! Strong Point Pagi Polisi Sukses Lancarkan Lalu Lintas Indawati MS, SE Pimpin Khataman Al-Qur’an dan Pengajian Jemaah Haji Asal Meranti di Tanah Suci Respon Cepat Tinjau Jalan Rusak, Sekda Zulfahmi Wakili Bupati Inhu Turun ke Lokasi

Pekanbaru

Dirjen Luar Kampus BEM UNRI, Minta Kapolda Riau Buka Jalur Diplomasi ke Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Khariq Anhar

badge-check


					Dirjen Luar Kampus BEM UNRI, Minta Kapolda Riau Buka Jalur Diplomasi ke Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Khariq Anhar Perbesar

PEKANBARU, PRORIAU.COM – Gelombang dukungan terhadap Khariq Anhar, mahasiswa Universitas Riau yang ditahan di Jakarta, terus berdatangan. Kali ini, desakan datang dari Direktorat Jenderal Luar Kampus BEM Universitas Riau (UNRI), Fauzan Al Azima. Ia meminta Kapolda Riau untuk membuka jalur diplomasi dengan Polda Metro Jaya demi memperjuangkan pembebasan Khariq. Hal itu di sampaikan Fauzan kepada awak media, Sabtu (06/09/2025).

Menurut Fauzan, langkah diplomasi ini penting agar penyelesaian persoalan tidak hanya ditempuh lewat jalur hukum yang kaku, tetapi juga melalui pendekatan persuasif dan humanis.

“Kapolda Riau kami harapkan bisa menjadi jembatan, membuka komunikasi dengan Polda Metro Jaya untuk membebaskan Khariq Anhar. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara dialogis, bukan represif,” tegas Fauzan.

Fauzan menilai penahanan Khariq berpotensi memperlebar jurang antara aparat keamanan dan kalangan mahasiswa. Padahal, mahasiswa selama ini hadir sebagai kontrol sosial yang menyuarakan kepentingan rakyat.

“Khariq bukan penjahat, dia mahasiswa yang bersuara. Bila aspirasi dibungkam, maka demokrasi yang kita junjung tinggi akan kehilangan ruhnya. Jalur diplomasi adalah pilihan bijak,” tambahnya.

BEM UNRI juga memastikan akan terus melakukan konsolidasi dengan elemen mahasiswa di berbagai daerah untuk menggalang solidaritas. Mereka menegaskan, perjuangan pembebasan Khariq bukan hanya isu lokal, melainkan isu nasional yang menyangkut ruang kebebasan berekspresi.

“Solidaritas ini akan terus kita bangun. Namun, kami tetap berharap Kapolda Riau mengambil langkah strategis melalui diplomasi, agar situasi tidak semakin memanas,” kata Fauzan menutup pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau maupun Polda Metro Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan mahasiswa tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lampu Mati Masyarakat Disuruh Jangan Panik, Masyarakat Tidak Bayar KWH Dicabut: “Negara Apa Geng Preman yang Punya?

22 Mei 2026 - 23:59 WIB

Merasa Dikibuli Arman Lingga, Ketua IKKS Pelalawan Syariful Adnan Meradang

16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ditipu Arman Lingga Mentah-Mentah, Munas Pembentukan PB IKKS Gagal Digelar di Hotel Primer Pekanbaru

16 Mei 2026 - 09:26 WIB

Diki Saputra Sebut Ketua IKKS Provinsi Halangi Pembentukan PB IKKS, M. Fikri: “Perkecil Mulut, Isi Otak”

16 Mei 2026 - 01:19 WIB

39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat

14 Mei 2026 - 22:25 WIB

Trending di Hukrim