PEKANBARU, PRORIAU.COM – Gelombang dukungan terhadap Khariq Anhar, mahasiswa Universitas Riau yang ditahan di Jakarta, terus berdatangan. Kali ini, desakan datang dari Direktorat Jenderal Luar Kampus BEM Universitas Riau (UNRI), Fauzan Al Azima. Ia meminta Kapolda Riau untuk membuka jalur diplomasi dengan Polda Metro Jaya demi memperjuangkan pembebasan Khariq. Hal itu di sampaikan Fauzan kepada awak media, Sabtu (06/09/2025).
Menurut Fauzan, langkah diplomasi ini penting agar penyelesaian persoalan tidak hanya ditempuh lewat jalur hukum yang kaku, tetapi juga melalui pendekatan persuasif dan humanis.
“Kapolda Riau kami harapkan bisa menjadi jembatan, membuka komunikasi dengan Polda Metro Jaya untuk membebaskan Khariq Anhar. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara dialogis, bukan represif,” tegas Fauzan.
Fauzan menilai penahanan Khariq berpotensi memperlebar jurang antara aparat keamanan dan kalangan mahasiswa. Padahal, mahasiswa selama ini hadir sebagai kontrol sosial yang menyuarakan kepentingan rakyat.
“Khariq bukan penjahat, dia mahasiswa yang bersuara. Bila aspirasi dibungkam, maka demokrasi yang kita junjung tinggi akan kehilangan ruhnya. Jalur diplomasi adalah pilihan bijak,” tambahnya.
BEM UNRI juga memastikan akan terus melakukan konsolidasi dengan elemen mahasiswa di berbagai daerah untuk menggalang solidaritas. Mereka menegaskan, perjuangan pembebasan Khariq bukan hanya isu lokal, melainkan isu nasional yang menyangkut ruang kebebasan berekspresi.
“Solidaritas ini akan terus kita bangun. Namun, kami tetap berharap Kapolda Riau mengambil langkah strategis melalui diplomasi, agar situasi tidak semakin memanas,” kata Fauzan menutup pernyataannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau maupun Polda Metro Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan mahasiswa tersebut.







