KUANSING, PRORIAU.COM – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cerenti, Mairizal, S.Pd, memberikan klarifikasi terkait tudingan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSD) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) yang disebut-sebut fiktif. Dalam keterangannya, Mairizal dengan tegas membantah adanya penyimpangan atau penggunaan dana secara tidak transparan di sekolah yang ia pimpin.
“Kami bekerja sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) dan aturan yang berlaku. Tidak ada penggunaan dana fiktif. Semua penggunaan dana BOSDA maupun BOSNAS tercatat, dipertanggungjawabkan, dan sudah diaudit,” ujar Mairizal kepada wartawan, Minggu (13/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa laporan keuangan sekolah selalu dibuat secara terbuka dan dapat diakses oleh pihak-pihak terkait, termasuk komite sekolah dan pengawas pendidikan.
“Kami tidak anti-kritik. Silakan jika ada yang ingin memeriksa, kami siap terbuka, malahan bagus kami di periksa oleh inspektorat,”terangnya.
“Untuk gaji honor, dan tudingan pemotongan anggaran dan juga termasuk pembayaran SKL siswa itu juga tidak benar. Semua suda sesuai prosedur dan gaji suda kami berikan,”tambahnya.
Mairizal juga menyayangkan beredarnya isu yang menyudutkan pihak sekolah tanpa adanya klarifikasi langsung. Menurutnya, pemberitaan atau laporan yang belum terverifikasi dapat merugikan citra sekolah serta mengganggu proses belajar mengajar.
“Justru pada tahun 2025 ini SMAN 1 cerenti menggapai puncak kejayaannya, terbukti dgn lulusnya para siswa siswa kls XII di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) seperti : lulus di UI (Universitas Indonesia), lulus di Universitas Malang, lulus di IPB Bogor, lukus di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, lulus di UNP Padang dan UNRI dan berbagai perguruan tinggi negri lainnya melalui jalur SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) juga.
Setelah 32 tahun SMAN 1 Cerenti berdiri baru tahun ini bisa menembus pagar kuat dan lulus diterima di berbagai Universitas Favorit di Indonesia,”terangnya.
“Kami fokus membangun kualitas pendidikan di SMA 1 Cerenti. Isu seperti ini sangat mengganggu semangat para guru dan siswa. Tapi saya tetap yakin, transparansi akan menjawab semua keraguan,”tambahnya lagi.
Pihak sekolah berharap, bila ada ketidaksesuaian atau dugaan penyimpangan, masyarakat dapat menempuh jalur yang sesuai, baik melalui pengaduan resmi ke Dinas Pendidikan maupun Inspektorat Provinsi Riau.







