PEKANBARU, PRORIAU.COM — Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Minggu pagi terasa lebih meriah dengan kehadiran mahasiswa dari Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau. Dalam rangka menjalankan tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan, para mahasiswa ini menggelar kegiatan sosialisasi kearifan lokal dengan mengenalkan bolu kemojo, makanan khas tradisional dari Provinsi Riau, pada 29 Juni 2025, lalu.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melestarikan warisan kuliner lokal. Bolu kemojo dipilih karena merupakan salah satu simbol budaya Melayu Riau yang sarat nilai sejarah dan memiliki cita rasa khas, serta bahan-bahannya terbuat dari unsur alami yang juga bernilai gizi.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membagikan selebaran edukatif berisi informasi mengenai sejarah, filosofi, dan manfaat kesehatan dari bolu kemojo. Selain itu, pengunjung CFD juga diajak mencicipi langsung kue khas tersebut yang disediakan dalam bentuk sampel. Tidak sedikit masyarakat yang antusias berdialog dan memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengenalkan kembali makanan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat urban.
Mahasiswa menjelaskan bahwa bahan-bahan bolu kemojo seperti telur, santan, daun pandan, dan gula, tidak hanya memberikan cita rasa lezat, tetapi juga mengandung unsur gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan antioksidan dalam daun pandan, misalnya, dapat memberikan efek menenangkan dan baik untuk pencernaan.
Dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan, Bapak Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menjadi bagian dari masyarakat yang aktif, peduli, dan memiliki semangat kebangsaan. Mereka tidak hanya menunaikan tugas akademik, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya budaya lokal sebagai identitas bangsa,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya dalam konteks persatuan Indonesia dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya.
Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Banyak yang mengaku baru mengetahui lebih dalam tentang latar belakang dan manfaat dari bolu kemojo. Beberapa pengunjung bahkan berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan agar generasi muda tidak melupakan kekayaan kuliner nusantara.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau berharap dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal, serta mendorong masyarakat untuk kembali mengenali, mengonsumsi, dan melestarikan makanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama.(***)







