Menu

Mode Gelap
Terima Sembako, Anak Berkebutuhan Khusus dan Warakauri Rajut Kebahagiaan di HUT Ke-76 Korem O31/WB Rapat Spektakuler di Bagan Manunggal: Ternak Liar Bisa Bikin Pemiliknya Bui 6 Bulan Gelar FGD dan Cooling System di Bahtera Makmur Kota, Polsek Bagan Sinembah Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Harkonas 2026 Konsumen NKRI Desak Reformasi Perlindungan Konsumen, YLKI : Negara Tak Boleh Absen Aksi Heroik Polri di Panipahan, Goro Perbaiki Jalan dan Bersihkan Masjid Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif, Polsek Panipahan Laksanakan Giat Cooling Sistem

Kuansing

Noverman Melayu Kecam Keras Isu Pencaplokan Desa Sungai Langsat Sebagai Kecamatan Baru

badge-check


					Logo Kecamatan Pangean. Perbesar

Logo Kecamatan Pangean.

RiauPro.com, Kuansing – Pembina Forum Mahasiswa Kecamatan Pangean (FKKP) Noverman Melayu, menyampaikan kecaman keras terhadap isu pencaplokan Desa Sungai Langsat dalam rencana pembentukan kecamatan baru yang tengah mencuat di kalangan masyarakat dan pejabat lokal, Rabu (11/06).

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media, Noverman menilai upaya memasukkan Desa Sungai Langsat ke dalam wilayah administrasi kecamatan baru tanpa konsultasi dan kesepakatan masyarakat setempat sebagai tindakan yang tidak menghormati nilai-nilai adat serta prinsip musyawarah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Pangean.

“Desa Sungai Langsat memiliki sejarah, budaya, dan struktur kemasyarakatan yang kokoh sebagai bagian integral dari Kecamatan Pangean. Memisahkannya secara sepihak demi kepentingan administratif atau politik adalah bentuk pengkhianatan terhadap jati diri masyarakat kami,”tegas Noverman.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan gejolak sosial, tetapi juga bisa memicu perpecahan antar warga yang selama ini hidup rukun dalam bingkai adat dan persaudaraan.

Noverman juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan strategis terkait isu pemekaran wilayah ini. Ia mendesak agar setiap proses dilakukan secara transparan, melibatkan tokoh adat, dan menjunjung tinggi aspirasi masyarakat desa yang terdampak.

“Jangan karena ambisi segelintir pihak, masyarakat dikorbankan. Kami, masyarakat Pangean, tidak akan tinggal diam jika hak dan kedaulatan desa kami diganggu,”tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kabupaten belum memberikan keterangan resmi terkait isu pencaplokan tersebut. Sementara itu, gelombang penolakan dari pemuda dan warga Desa Sungai Langsat terus menguat, jika isu ini terus akan kekeh di gulirkan, gelombang penolakan ini akan terus kami gulirkan dari pihak pemuda Pangean.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muscab V PPP Kuansing, 12 PAC Sepakat Minta Sardiyono Kembali Pimpin Partai

19 April 2026 - 01:23 WIB

Wujudkan Green Policing, Kanit Binmas Polsek Pangean Hijaukan Lingkungan SMA N 1 Pangean

17 April 2026 - 10:08 WIB

Dukung Program “Green Policing” Kapolda Riau, Bhabinkamtibmas Sungai Langsat Bagikan dan Tanam Puluhan Pohon di SDN 019

13 April 2026 - 08:51 WIB

Kemegahan Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi

6 April 2026 - 17:56 WIB

Pesona Alam Kuantan Singingi yang Memukau Wisatawan

6 April 2026 - 00:05 WIB

Trending di Kuansing