Menu

Mode Gelap
Rumah Dilalap Sijago Merah, Pensiunan BUMN Alami Kerugian Capai Rp500 Juta Jalin Komunikasi Dan Silaturahmi, FKIP UMRI Kunjungi Sekolah Rakyat 31 Pekanbaru Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Polres Rohil Ungkap Pelaku Kerabat Dekat Korban Terkesan Acuh, Pihak Sekolah Arsyad Islamic School Terkesan Abai Akan Tanggung Jawab Kecelakaan Siswa Pacu Jalur Tembus Panggung Nasional, Mey Rifal Ananta Akan Wakili Riau di Ajang Mandalika Essay Competition NTT Diduga Propam Polres Kuansing Tahan Oknum Salah Seorang Kanit, Kasus Apa?

Hukrim

Polda Riau Sibuk Kampanye Jaga Alam, Pintu Gobang Kari Porak Poranda Oleh PETI, Masyarakat: “Polres Jangan Diam!”

badge-check


					Polda Riau Sibuk Kampanye Jaga Alam, Pintu Gobang Kari Porak Poranda Oleh PETI, Masyarakat: “Polres Jangan Diam!” Perbesar

KUANSING, PRORIAU.COM — Di tengah gencarnya kampanye “Jaga Alam” yang digaungkan Polda Riau, kenyataan pahit justru terjadi di lapangan. Kawasan Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) porak poranda akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin merajalela. Hal itu disampaikan salah seorang warga kepada Proriau.com, Minggu (15/06/2025).

Kerusakan yang ditimbulkan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mulai meresahkan warga setempat. Sungai-sungai yang dulu menjadi sumber air bersih kini berubah keruh. Dari informasi yang dapat di himpun, aktivitas PETI yang sedang beroperasi di pintu gobang kari atau yang sering di sebut simpang cuko terdapat 5 unit yang sedang beroperasi.

Masyarakat setempat mengaku kecewa dan resah. Mereka merasa kampanye pelestarian lingkungan oleh Polda Riau tidak menyentuh akar persoalan di wilayah mereka.

“Polres jangan diam. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar spanduk dan ajakan. Lihat sendiri, kampung kami rusak,”ujar salah salah seorang warga yang ingin di lindungi identitasnya dengan nada kesal.

Menurut warga, aktivitas PETI bahkan dilakukan secara terang-terangan, tanpa ada rasa takut dari para pelaku. Ironisnya, aparat penegak hukum di tingkat lokal seolah menutup mata terhadap kehancuran yang terjadi. Aktivis ini suda berlangsung berbulan-bulan lamanya.

Masyarakat menilai bahwa tanpa penindakan serius di lapangan, kampanye “Jaga Alam” hanya akan menjadi slogan kosong.

“Kampanye itu baik, tapi harus dibarengi aksi. Pintu Gobang Kari sudah rusak parah. Jangan tunggu bencana datang baru sibuk cari solusi,”ungkapnya lagi.

Masyarakat berharap agar tindakan cepat dan tegas segera diambil, sebelum PETI benar-benar menghapus jejak alam dan harapan hidup generasi masa depan di Kuantan Singingi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Dilalap Sijago Merah, Pensiunan BUMN Alami Kerugian Capai Rp500 Juta

5 Mei 2026 - 07:32 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Polres Rohil Ungkap Pelaku Kerabat Dekat Korban

4 Mei 2026 - 13:00 WIB

Cegah Potensi Konflik Lahan, Polsek Sinembah Fasilitasi Pertemuan di Kecamatan Balai Jaya

2 Mei 2026 - 16:20 WIB

37 Paket Sabu Disita Dalam Rumah, Pengedar Sabu Diciduk di Paket J

2 Mei 2026 - 15:59 WIB

Wujud Empati Serta Kepedulian pada Warga, Wabup dan Kapolres Rohil Layat Kerumah Duka

2 Mei 2026 - 15:20 WIB

Trending di Hukrim