Menu

Mode Gelap
Polsek Bagan Sinembah Lakukan Monitoring Pertumbuhan Jagung Pipil, Dukung Ketahanan Pangan Nasional Hutan Mangrove Ditebang Tanpa Ijin, Satreskrim Polres Rohil Ungkap Kasus Perambahan Hutan Wujud Kepedulian Sosial, Peringati HUT Bhayangkara Ke-80 Polres Rohil Gelar Donor Darah URC TIM RAGA Satreskrim Polres Rohil Bongkar Sindikat Pencurian Hiolo Antar Kabupaten, Empat Tersangka Diamankan Program Ketahanan Pangan di Ujung Tanjung, Polsek Tanah Putih Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Masyarakat Tionghoa Beri Karangan Bunga, Apresiasi Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Hiolo

Hukrim

Polda Riau Sibuk Kampanye Jaga Alam, Pintu Gobang Kari Porak Poranda Oleh PETI, Masyarakat: “Polres Jangan Diam!”

badge-check


					Polda Riau Sibuk Kampanye Jaga Alam, Pintu Gobang Kari Porak Poranda Oleh PETI, Masyarakat: “Polres Jangan Diam!” Perbesar

KUANSING, PRORIAU.COM — Di tengah gencarnya kampanye “Jaga Alam” yang digaungkan Polda Riau, kenyataan pahit justru terjadi di lapangan. Kawasan Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) porak poranda akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin merajalela. Hal itu disampaikan salah seorang warga kepada Proriau.com, Minggu (15/06/2025).

Kerusakan yang ditimbulkan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mulai meresahkan warga setempat. Sungai-sungai yang dulu menjadi sumber air bersih kini berubah keruh. Dari informasi yang dapat di himpun, aktivitas PETI yang sedang beroperasi di pintu gobang kari atau yang sering di sebut simpang cuko terdapat 5 unit yang sedang beroperasi.

Masyarakat setempat mengaku kecewa dan resah. Mereka merasa kampanye pelestarian lingkungan oleh Polda Riau tidak menyentuh akar persoalan di wilayah mereka.

“Polres jangan diam. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar spanduk dan ajakan. Lihat sendiri, kampung kami rusak,”ujar salah salah seorang warga yang ingin di lindungi identitasnya dengan nada kesal.

Menurut warga, aktivitas PETI bahkan dilakukan secara terang-terangan, tanpa ada rasa takut dari para pelaku. Ironisnya, aparat penegak hukum di tingkat lokal seolah menutup mata terhadap kehancuran yang terjadi. Aktivis ini suda berlangsung berbulan-bulan lamanya.

Masyarakat menilai bahwa tanpa penindakan serius di lapangan, kampanye “Jaga Alam” hanya akan menjadi slogan kosong.

“Kampanye itu baik, tapi harus dibarengi aksi. Pintu Gobang Kari sudah rusak parah. Jangan tunggu bencana datang baru sibuk cari solusi,”ungkapnya lagi.

Masyarakat berharap agar tindakan cepat dan tegas segera diambil, sebelum PETI benar-benar menghapus jejak alam dan harapan hidup generasi masa depan di Kuantan Singingi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Bagan Sinembah Lakukan Monitoring Pertumbuhan Jagung Pipil, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

18 Juni 2026 - 00:56 WIB

Hutan Mangrove Ditebang Tanpa Ijin, Satreskrim Polres Rohil Ungkap Kasus Perambahan Hutan

18 Juni 2026 - 00:37 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Peringati HUT Bhayangkara Ke-80 Polres Rohil Gelar Donor Darah

18 Juni 2026 - 00:09 WIB

URC TIM RAGA Satreskrim Polres Rohil Bongkar Sindikat Pencurian Hiolo Antar Kabupaten, Empat Tersangka Diamankan

16 Juni 2026 - 19:28 WIB

Program Ketahanan Pangan di Ujung Tanjung, Polsek Tanah Putih Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung

16 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trending di Hukrim