KUANSING, PRORIAU.COM – Arena Pacu Jalur kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang terletak di Tepian Narosa kini hancur lebur dan tidak lagi layak digunakan. Kondisi ini diduga akibat aktivitas ilegal yang berlangsung secara terus-menerus tanpa adanya penindakan dari pihak berwenang. Sorotan tajam kini mengarah kepada Polsek Kuantan Tengah yang diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas tersebut, Jumat (11/07/2025).
Menurut pantauan warga, aktivitas pengerukan ilegal di sebelah hilir arena tepian Narosa sudah berlangsung sangat lama. Hal ini menyebabkan kerusakan serius pada lintasan hilir pacu jalur yang selama ini menjadi ikon budaya dan destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuantan Singingi.
“Setiap tahun kami selalu semangat menyambut pacu jalur. Tapi sekarang, kondisi lintasan sudah tidak karuan. Ini jelas bukan kerusakan biasa. Diduga kuat ada pembiaran terhadap kegiatan ilegal yang merusak fasilitas ini,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Warga dan sejumlah aktivis mendesak Polda Riau untuk segera turun tangan dan memeriksa kinerja Polsek Kuantan Tengah, yang dinilai lalai dalam menjaga kawasan strategis budaya tersebut.
“Kami minta Polda Riau tidak tinggal diam. Ini menyangkut warisan budaya. Kalau Polsek Kuantan Tengah tidak mampu menjaga, maka harus dievaluasi,” tegas Koordinator Ikatan Pemuda Mahasiswa Kabupaten Kuantan Singingi Fauzan Al Azima.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Kuantan Tengah belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap ada langkah konkret dari aparat penegak hukum agar perusakan arena pacu jalur ini tidak terus berlanjut dan budaya pacu jalur tetap terjaga untuk generasi mendatang.







